Renungan harian 25 April 2013 -St. Markus, Pengarang Injil

Mrk 16_15–20Kamis, 25 April 2013
PEKAN PASKAH IV (P)
Pesta St. Markus, Pengarang Injil

1Ptr. 5:5b-14;
Mzm. 89:2-3,6-7,16-17;
Mrk. 16:15-20

Bacaan Injil : Mrk. 16:15–20

Lalu Yesus berkata kepada mereka, ”Pergilah ke seluruh dunia, beritakan lah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Sesudah Tuhan Yesus berbicara de mikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Renungan

Hari ini kita merayakan Pesta St. Markus, pengarang Injil. Kita tahu bahwa St. Markus bukan termasuk bilangan duabelas Rasul, dia adalah murid St. Petrus, bahkan St. Petrus memperlakukan seperti anaknya sendiri (1Petr 5:13). Dia juga teman seperjalanan Paulus. Melalui Injilnya St. Markus mengajar kita bagaimanamenjadi murid sejati Yesus, yakni menghidupi teladan Yesus sendiri, yang datang untuk melayani bukan untuk dilayani, bahkan wafat disalib demi menebus dosa kita. Dengan kata dan teladan Markus telah memberi contoh hidup dari generasi ke generasi untuk menyangkal diri, memanggul salib dan mengikuti Yesus (Mrk 8:13)

Dia senantiasa membuka hatinya bagi karya Allah, dalam seluruh kehidupannya baik dalam suka maupun duka. Dia menyandarkan hidupnya semata-mata pada Allah yang telah memanggilnya. Buah ketabahan dan penyerahan terhadap penyelenggaraan Ilahi Allah. Dalam keseluruhan Injilnya kita bisa mencerna, bahwa St.Markus senantiasa membuka hati pada karya Allah, dan mengajak orang lain untuk mencintai Allah.

Sumber :Renungan Harian 2013, yayasan Pustaka Nusatama Yogyakarta

Advertisements
%d bloggers like this: