Renungan harian 22 April 2013-”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.”

Yoh  10_1-10Senin, 22 April 2013
PEKAN PASKAH IV (P)
St. Soter dan Kayus; B. Maria Gabriella;
St. Teodoros; St. Yosef Moscati

Kis. 11:1-18;
Mzm. 42:2-3; 43:3,4;
Yoh. 10:1-10

Bacaan Injil : Yoh. 10:1-10

”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.” Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. Maka kata Yesus sekali lagi: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

Renungan
Yesus menggunakan perumpamaan Pintu untuk mejelaskan diriNya sebagai Gembala yang menuntun para domba masuk dalam istana Bapa surgawi. Yesus memberi rambu-rambu supaya kita waspada dengan gembala gadungan/ pencuri yang berlagak gembala yang baik. Gembala gadungan/jahat sulit diindetifikasi karena begitu manis kata-katanya namun sebenarnya membawa racun yang mematikan.

Ciri-ciri gembala gadungan antara lain: pemimpin yang mudah lari dari tanggungjawab, pemimpin yang tidak bisa membela masyarakatnya, pemimpin yang membiarkan masyarakatnya menderita. Orang-orang seperti ini bukan gembala melainkan perampok yang mencari keuntungan diri sendiri.

Yesus bersabda “Akulah pintu; barang siapa masuk melalui Aku ia akan selamat” (Yoh,10:9) Sebagai pintu masuk jalan keselamatan kini dan kekal manusia harus percaya kepada Tuhan Yesus sang Gembala utama. Ini menunjukan Yesus sebagai pemimpin yang renda hati dan berkorban untuk keselamatan manusia yang berdosa.

Merenungkan sabda Yesus ini, kita diingatkan bahwa ada tiga kriteria kepemimpinan Yesus: 1). Yesus melibatkan diri dalam kehidup)an manusia untuk mengenal dan akrab dengan mereka yang dipimpinNya, 2). Yesus merindukan dan mengusahakan persekutuan mereka yang dipimpinNya 3). Yesus rela berkorban sampai mati untuk mereka yang dipimpinNya.

Kriteria ini sebagai program yang diserahkan Yesus kepada semua orang yang dipilih dan ditetapkan menjadi gembala/pemimpin dalam gereja maupun masyarakat.

Sumber : Renungan Harian 2013, yayasan Pustaka Nusatama Yogyakarta

Advertisements
%d bloggers like this: