Renungan harian 18 April 2013-“Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku.”

Yoh 6_44–51Kamis, 18 April 2013
Pekan Paskah III (P)
St. Eleutherius, Paus;
B. Maria dr Inkarnasi

Kis. 8:26-40;
Mzm. 66:8-9,16-17,20;
Yoh. 6:44-51

Bacaan Injil : Yoh. 6:44–51

“Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Renungan
” Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku !” Demikian pernyataan Yesus untuk meyakinkan para murid yang mengikutiNya. Disini kita sepertinya berhadapan langsung dengan ” rahasia hubungan segi tiga ” yang menarik. Orang mengatakan bahwa percaya berarti memberikan jawaban positif terhadap tawaran keselamatan. Jadi ada penawaran dan pembelian atau jawaban. Namun masih ada hal lain dalam hubungan manusia dengan Tuhan. Agar supaya bisa memberi jawaban, yang bersangkutan harus mendapat panggilan. Ada semacam dorongan, desakan, tarikan hasrat yang muncul dalam diri sendiri. Dan ini tentu bukan kebetulan. Menurut Yesus tarikan macam ini harus berasal dari Bapa. Allah Bapa lah yang memungkinkan daya tarik dalam diri kita. Bagaimana tanggapan kita atau jawaban kita atas panggilan dan daya tarik ini ? Kita sebagai orang yang percaya dan beriman, jawaban kita adalah ” menjadi berkat bagi sesama. Kita dapat menjadi saluran berkat kebahagiaan, ketenteraman dan kedamaian bagi sesama. Sumber ; Berjalan bersama Sang Sabda 2013

Advertisements
%d bloggers like this: