Renungan harian 8 April 2013- Malaikat Gabriel mengunjungi Maria

Luk  1_26–38Senin, 8 April 2013
PERAYAAN HARI RAYA KABAR SUKACITA (P)

St. Redemptus de Ferento; St. Edesius

 

Yes. 7:10-14; 8:10;
Mzm. 40:7-8a,8b-9-11;
Ibr. 10:4-10;
Luk. 1:26-38

Bacaan Injil    : Luk. 1:26–38

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Renungan
Pernah terjadi malapetaka yang mengerikan dalam sebuah pertandingan sepak bola. Suatu ketika ada perkelaian antarsporter dari kedua kubu yang sedang bertanding. Mereka yang tidak ingin terlibat dalam tawuran itu hendak menyelamatkan diri keluar dari stadion. Tetapi apa yang terjadi? Pintu stadion semua tertutup dan malapetaka yang mengerikan tidak bisa dihindari lagi. Banyak orang mati terinjak-injak atau sebab lain.

Hari ini dikuduskan bagi kita untuk merayakan Kabar Sukacita. Dikatakan ’kabar sukacita’  karena pintu  keselamatan tidak lagi tertutup, tetapi telah terbuka. Pintu itu adalah Bunda Maria yang rela menjadi ibu Sang Penebus.  Jawaban Maria: ”Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu” menjadi pintu gerbang  yang dibuka untuk menyelamatkan diri bagi mereka yang terancam kematian karena dosa.

Masyarakat zaman ini mengalami kesesakan. Mereka membutuhkan pintu terbuka untuk keluar dari situasi itu dan bertemu dengan Allah sumber kesegaran hidup. Bersediakah Anda dipakai oleh Allah untuk menjadi pintu keselamatan seperti Bunda Maria?

Doa: Tuhan Yesus, ini aku. Ambillah, kuduskanlah dan utuslah aku menjadi pintu bagi mereka yang hendak bertemu dengan-Mu. Amin.

Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: