Renungan harian 31 maret 2013- Kebangkitan Yesus

Yoh 20_1–9Minggu, 31 Maret 2013

           

HARI RAYA PASKAH  KEBANGKITAN TUHAN

 

Kis. 10:34a,37-43;
Mzm. 118:1-2,16ab-17,22-23;
Kol. 3:1-4 atau 1Kor. 5:6b-8;
Yoh. 20:1-9

Bacaan Injil    : Yoh. 20:1–9

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.  Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: ”Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.”  Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah.

Renungan
Ada banyak cara untuk memahami arti Paskah. Salah satunya adalah dari orang kudus.  Ibu Teresa dari Kalkuta amat menarik untuk di tampilkan. Ia adalah pribadi yang istimewa. Pada tanggal 19 Oktober 2003. Hanya enam tahun sesudah wafatnya ia dinyatakan sebagai beata oleh Paus Yohanes Paulus II. Sampai dengan tahun 1948, sebagai bearawati, ia diutus untuk mengajar di sekolah elite di Kalkuta, Tugas ini dijalankan nya dengan gembira. Sampai suatu hari ia mengalami Paskah istimewa. Ia melihat seorang tua renta  sendirian, yang merenggangkan nyawanya. Ia  temani orang tua itu sampai akhirnya meninggal. Sejak saat itu seluruh hidupnya ia baktikan dirinya untuk orang-orang yang paling miskin di antara orang miskin. Karena cara  hidupnya , ia memperoleh berbagai penghargaan.

Pada tahun 1979 ia menerima hadiah Nobel Perdamaian.  Biasanya hadiah diterimakan dengan upacara dan perjamuan  mewah. Tetapi  ibu Teresa meminta agar untuk penerimaaan hadiah itu tidak diadakan perjamuan.  Ia  merasa tidak pantas  jamuan diadakan untuk dirinya, Ia minta kepada panitia agar biaya perjamuan diberikan kepadanya. karena menurut perhitungannya , biaya itu dapat dipakai untuk memberi makan kepada 400 orang selama setahun.  Sikap ini tentu aneh bagi cara pandang  yang  biasa , tetapi tidak aneh bagi Ibu Teresa  yang mengalami  Paskah istimewa yang mengubah dan terus mambarui  hidupnya.  Mempengaruhi  pilihan dan keputusan-keputusannya.  Kalau dibahasakan dengan kata-kata rasul Paulus , Ibu Teresa adalah pribadi yang sudah dibangkitkan bersama Kristus.  karena itu selalu mencari perkara-perkara yang diatas (Kol 3:1-2).

Merayakan Paskah berarti merayakan pembaruan hidup dan mewajibkan kita semua yang merayakannya untuk mengupayakan pembaruan itu.

Untuk apa pembaruan hidup itu diupayakan ?

Dalam upacara pemberkatan lilin Paskah  diucapkan kata-kata “ Milik-Nyalah  segala masa dan segala abad. Kepada-Nyalah kemuliaan dan kekuasaan sepanjang segala masa “ . Bersamaan dengan doa itu, lilin Paskah dutulisi angka Tahun  ketika Paskah itu dirayakan, Tahun ini 2013. Dengan lambang dan kata-kata itu diungkapkan keyakinan bhwa Paskah ini harus bermakna nyata bagi kehidupan pada tahun 2013 ini. Baik pada tingkat pribadi, keluarga, komunitas, maupun lingkup yang lebih luas.

Sementara itu ,kita semua sadar bahwa hidup itu kompleks, rumit, dari masalah yang mudah diatasi sampai yang masalah yang bahkan mungkin tidak bisa diatasI.  Dalam semuanya itu,  Kita percaya  bahwa setiap pembaruan hidup , sekecil apapun dapat menjadi persembahan bagi kemuliaan Allah dan menjadi wujud Paskah yang sejati.

Selamat  Hari Paskah.

Refleksi:

Apakah ada satu atau dua peristiwa dalam hidup kita yang menjadi tanda kuasa  Kristus yang bangkit sungguh nyata dan berbuah pembaruaan diri kita ?

Sumber : Inspirasi Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: