Renungan harian 28 Maret 2013-“Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang ada­lah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu”

basuh kakiKamis, 28 Maret 2013
Kamis PUTIH  (P)
Sta. Doroteus dr Gaza

Pagi: Yes. 61:1-3a,6a,8b-9;
Mzm. 89:21-22,25,27Why. 1:5-8;
Luk. 4:16-21, Sore Kamis Putih:Kel. 12:1-8,11-14;
Mzm. 116:12-13,15-16bc,17-18;1Kor. 11:23-26;
Yoh. 13:1-15
Bacaan Injil    : Yoh. 13:1–15

Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepa­da Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai ke­pada kesudahannya. Mereka sedang makan ber­sama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bah­wa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Lalu bangunlah Yesus dan me­nang­galkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang ter­ikat pada pinggang-Nya itu.  Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: ”Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?” Jawab Yesus kepadanya: ”Apa yang Kuper­buat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.” Kata Petrus kepada-Nya: ”Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” Jawab Yesus: ”Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.” Kata Simon Petrus kepada-Nya: ”Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!”  Kata Yesus kepadanya: ”Barangsiapa telah man­di, ia tidak usah membasuh diri lagi selain mem­basuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.” Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: ”Tidak semua kamu bersih.” Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: ”Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang ada­lah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”

Renungan
Saat  Yesus hendak meninggalkan para murid Nya, ia meminta para murid melakukan perjamuan bersama yang kelak dikenal sebagai Ekaristi kudus. karena melalui Ekaristi para murid akan mengalami kehadiran Yesus dalam kehidupan mereka . Dan Yesus meminta  agar mereka saling melayani satu sama lain  yang ditunjukkan melalui simbol pembasuhan kaki para murid-Nya.

Hadiah yang sangat berarti dan bersifat kekal  yang diwariskan   sepanjang zaman adalah perayaan Ekristi dan saling melayani . Saling melayani merupakan  “meterai”  atau tanda khas setiap murid Yesus , Ini berarti menjadi murid  Yesus  tidak bisa lepas dari kerelaan untuk saling melayani.

Untuk meneguhkan  pelayanan  dan mempunyai nilai dan daya Ilahi, maka kita perlu menimba kekuatan melalui Ekaristi Kudus.  kita menimba kekuatan untuk setia dan melayani , tabah manakala dalam pelayanan menghadapi tantangan  dan godaan –godaan.

Kita hidup dalam suatu dunia yang menuntut kita membuka mata untuk melihat , telinga untuk mendengar jeritan begtu banyak orang yang menderita dalam hidupnya. Kenyataan ini mengugah kita untuk mengayunkan langkah dan mengulurkan tangan , siap melayani denga n penuh cintah kasih . kualitas kemurid an  kita diuji ketika kita dihadapkan pada kenyataan- kenyataan hidup yang penuh ratapan dan derita  dan  kemalangan orang-orang disekitar kita.

Refleksi :

Apakah Kita  mampu mengukur  mutu pelayanan kita ?

Sejauh mana kita tergerak untuk melayani keluarga dan orang-orang disekitar kita ?

Sumber  :Berjalan Bersama Sang Sabda 2013

***

Advertisements
%d bloggers like this: