Renungan harian 27 Maret 2013- Pengkhianatan Cinta

Mat 26_14–25Rabu, 27 Maret 2013
Pekan SUCI  (U)
Sta. Emma; St. Cyrilus dr Alexandria;
St. Rupertus; Nikodemus; Sta. Lucy Filipini

 

Yes. 50:4-9a;
Mzm. 69:8-10,21bcd-22,31,33-34;
Mat. 26:14-25
Bacaan Injil    : Mat. 26:14–25

Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: ”Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: ”Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?” Jawab Yesus: ”Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.” Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”  Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: ”Bukan aku, ya Tuhan?” Ia menjawab: ”Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: ”Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: ”Engkau telah mengatakannya.”

Renungan

Dalam masyarakat kita, cerita dan kasus tentang penghianatan banyak terjadi. Seorang suami yang meninggalkan istrinya karena tertarik pada wanita lain, atau sebaliknya seorang seorang istri meninggalkan suami karena rayuan laki2 lain. Seorang kekasih memutuskan tali pertunangan karena memenuhi hasrat akan kekayaan dan banyak cerita-cerita lain. Dalam cerita tentang  penghianatan , selalu saja ada alasan entah yang dibuat–buat atau pun nyata yang dapat memalingkan seseorang dari kasih yang telah diberikan oleh orang lain.

Allah mengutus para Nabi untuk mewartakan pertobatan guna menunjukkan rasa kasih-Nya yang begitu besar kepada dunia , namun acap kali tidak mendapat tanggapan baik. Kesetiaan Allah banyak kali dibayar dengan penghianatan. Bahkan Tuhan Yesus juga mengalami hal yang sama. Semua hal telah diberikan-Nya untuk orang lain,  namun masih saja Dia menerima penghianatan atas cinta yang begitu besar, Cinta-Nya dihargai dengan 30 uang perak demi kesenangan dan kepuasan sesaat.

Pertanyaan  reflektif :

Dalam hari terakhir masa prapaskah ini mungkin kita dapat bertanya, apakah kita pernah berkhianat kepada Tuhan  atau bahkan menjual Tuhan demi kesenangan ? Kalau yah bertobatlah selagi kita masih memiliki kesempatan .

Doa :

Allah begitu besar kasih Mu  kepada dunia sehingga Engkau memberikan kepada kami Yesus sang Putra untuk menebus segala dosa kami. Ajarilah kami untuk dapat setia kepada kasih Mu dan tidak menghianati Kasih setia Mu yang telah kau curahkan kepada kami , Semoga kami selalu setia pada perintah dan ajaran Mu. Demi Kristus  Tuhan dan pengantara kami. Amin.

( RD. Silvester Hari Pamungkas)

Sumber :Renungan dan Refleksi 47 hari Rabu Abu – Minggu paskah 2013

 

 

Advertisements
%d bloggers like this: