Renungan 26 Maret 2013- Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!” Jawab Yesus: “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”

Luk 22_14–23_56Selasa, 26 Maret 2013
PEKAN SUCI (U)

St. Ludgerus; St. Ireneus dr Sirmium

Yes. 49:1-6;
Mzm. 71:1-2,3-4a,5-6ab,15,17;
Yoh. 13:21-33,36-38

Bacaan Injil    : Yoh. 13:21–33.36–38

Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: ”Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!” Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: ”Tuhan, siapakah itu?” Jawab Yesus: ”Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.” Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: ”Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” Tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.  Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: ”Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.”

Simon Petrus berkata kepada Yesus: “Tuhan, ke manakah Engkau pergi?” Jawab Yesus: “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.”

Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!”

Jawab Yesus: “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”

Renungan

Penyangkalan adalah tindakan yang melawan kesetiaan pada janji dan komitmen. Karena dengan menyangkal kita melakukan tindakan pengingkaran diri, melawan identitas dan panggilan kita. Petrus menyangkal berarti dia melanggar janji dan komitmen serta melawan identitasnya sebagai murid Kristus. Maka kesadaran untuk berani tidak menyangkal dan menerima iman penuh setia member teladan adalah kunci dalam segala hal.

Dalam hidup ini pun kita sering seperti Petrus. Kita menyangkal Yesus dengan perbuatan-perbuatan jahat kita yang tidak sesuai dengan iman kita. Kita rajin ke gereja, tetapi kejahatan seperti korupsi, ketidaksetiaan pada komitmen dalam keluarga juga terus kita jalankan. Inilah penyangkalan kita saat ini. Maka marilah kita mohon kekuatan dariNya agar kita diubahNya menjadi pribadi-pribadi yang setia pada komitmen sebagai wujudkesetiaan kita pada Kristus Tuhan kita.

 

 (Renungan Harian 2013, yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta)

 

Advertisements
%d bloggers like this: