Pertemuan Bersaudara Paus Fransiskus dan Benediktus XVI


Paus Fransiskus dan Benediktus XVI23 Maret 2013, Baru saja Helikopter Vatikan telah membawa Paus Fransiskus terbang menuju Castel Gandolfo untuk bertemu secara pribadi dengan Benediktus XVI dan makan siang bersama.
Merupakan Pertemuan bersejarah pada jaman kita bagi seluruh umat yang hadir di Castel Gandolfo dan yang sedang menyaksikan siaran langsung di TV. Meskipun pertemuan itu bersifat pribadi, tetapi semua setia menantikan kejutan-kejutan yang mungkin akan dibuat oleh Paus Fransiskus, yang kita ketahui sejak pemilihan dirinya sering mengejutkan kita dengan gerak-geriknya yang spontan dan menjadi kekhasan dirinya di luar protokol Vatikan.

Seorang wartawan bertanya kepada wakil kepala paroki di sana, “Kira-kira apa yang akan terjadi dalam pertemuan ini?” Dia menjawab sambil tersenyum, “Kita tahu bahwa pertemuan antara Fransiskus dan Benediktus XVI bersifat pribadi, tetapi setelah makan siang, dengan Paus Fransiskus segalanya bisa terjadi”.

Kemudian ia menambahkan sebuah informasi yang penting artinya, “Mungkin banyak orang tidak tahu bahwa Paus Fransiskus dibaptis pada tanggal 25 Desember 1936 di sebuah gereja misionaris Don Bosco.”

Kenyataan pembaptisan Paus Fransiskus pada hari Natal, membuat kita berpikir tentang pembaptisan Benediktus XVI pada hari Paskah (17 April 1927). Kedua kenyataan yang membuat hati kita hanya bisa bersyukur itu, dan yang saling mengikat kedua Paus pada jaman kita ini, membuat kita berpikir akan Karya Roh Kudus yang nyata bagi Gereja.

Sikap kerendahan hati Paus Fransiskus yang sama halnya dengan kerendahan hati Benediktus XVI: penghargaan dan kasih Fransiskus kepada pendahulunya, dan kesetiaan dan ketaatan Benediktus XVI kepada penerusnya, merupakan contoh-contoh hidup iman yang sederhana yang sangat dibutuhkan bagi semua orang bukan saja untuk umat Kristen pada jaman ini.

Baru saja Juru bicara Vatikan, Padre Federico Lombardi SJ, memberikan keterangan bahwa setelah Paus Fransiskus tiba di heliport di Castel Gandolfo, Benediktus XVI dengan tokat yang menyanggah kakinya sudah menantikan Paus baru itu, dan pada saat Paus Fransiskus turun dari helikopter, Benediktus XVI menyalami dirinya dan keduanya saling berpelukan. Suatu momen yang menggembirakan dan mengharukan….

Setelah itu, mereka bersama naik mobil kepausan menuju Istana Apostolik.

Paus Fransiskus dan Benediktus XVI berdoa bersama

Pada saat mereka tiba di Istana Apostolik, mereka langsung menuju Kapel Pribadi di sana untuk berdoa bersama. Ada hal yang sangat menarik untuk diperhatikan di sini, karena saat Benediktus XVI menunjukkan kepada Fransiskus di mana dapat berdoa, dan dia hendak menunggu saja menunjukkan penghormatannya kepada Paus yang baru, justru Paus Fransiskus memegang tangan Benediktus XVI dan mengajaknya berdoa bersama dia. Sehingga keduanya berdoa bersama berdampingan di hadapan Ikon Maria.

Setelah berdoa bersama, Paus Fransiskus memberikan sebuah hadiah kepada Benediktus XVI berupa sebuah ikon Maria bernama Maria Bunda Rendah Hati (Madonna dell’ Umiltà). Fransiskus berkata kepada pendahulunya bahwa ketika ia mengetahui nama dari ikon tersebut, pikirannya langsung tertuju kepada Benediktus yang katanya telah memberikan kepada kita contoh kerendahan hati dan kelembutan selama masa kepausannya selama 8 tahun ini.

Saat itu, Benediktus segera menyambut dan merangkul tangan Fransiskus mengucapan terima kasih kepadanya.

Kemudian mereka mulai mengadakan percakapan pribadi dan dilanjutkan dengan acara makan bersama yang dihadiri oleh kedua Sekretaris Fransiskus dan Benediktus.

Juru bicara Vatikan mengatakan kepada kita bahwa Paus Fransiskus telah menunjukkan devosi Fransiskus kepada Benediktus XVI setelah 2 kali menelpon dirinya di Castel Gandolfo, yaitu pada saat setelah terpilih dan pada hari Pesta Santo Yosef.

Setelah acara pertemuan bersejarah dan mengharukan itu selesai, Paus Fransiskus dijadwalkan kembali ke Vatikan dengan helikopter dan Benediktus XVI akan kembali mendampingi dirinya menuju helikopter.

Terlampir saya sertakan pula beberapa foto hasil pertemuan kedua Paus kita tercinta, yang satu Paus bertugas, yang satu lagi Paus emeritus. Keduanya akan memimpin Gereja dan kita semua, yang satu dengan karya pastoral, yang satu lagi dengan doa-doanya.

Tiada kata lain yang dapat terucapkan di dalam hati, hanya: Terpujilah Allah Tritunggal.

(Shirley Hadisandjaja, Italia)


Advertisements
%d bloggers like this: