Renungan harian 15 Maret 2013- Berkorban adalah Pilihan Hidup Demi Keadilan

Yoh  7_ 1–2_10_25-30Jumat, 15 Maret 2013
Pekan Prapaskah IV (U)

Sta. Lousia de Marrillac;
St. Klemens Maria Hofbauer

 

Keb. 2:1a,12-22;
Mzm. 34:17-18,19-20,21,23;
Yoh. 7:1-2,10,25-30
Bacaan Injil    : Yoh. 7:1–2.10.25-30

Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi ber­usaha untuk membunuh-Nya. Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun. Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus ber­angkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.

Beberapa orang Yerusalem berkata: ”Bukan­­­­kah Dia ini yang mereka mau bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mere­ka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya.” Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: ”Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.” Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

Renungan
Aung San Suu Kyi adalah pejuang kemerdekaan Myanmar. Penerima hadiah Nobel dan Doktor kehormatan universitas Oxford. Dalam satu wawancara dengan wartawan Ed Caesar dari majalah Another Magazine. Ia mengatakan “kalau orang menanyakan kepada saya tentang pengorbanan  yang sudah saya lakukan , maka saya selalu menjawab bahwa saya tidak menganggap tindakan ini suatu pengorbanan tetapi sebagai suatu pilihan . (Aung San Suu Kyi talks to Ed Caesar in Another Magazine A/W/11).

Bagi orang fasik, munculnya orang baik yang memperjuangkan kebenaran bisa menjadi gangguan. Jadi , mereka harus dihadang atau dihalangi seperti gambaran anak Allah di dalam Kitab Kebijaksanaan hari ini. “Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita.” Keb. 2:1a,12-22

Dalam bacaan injil, Yesus digambarkan sebagai se orang tokoh yang selalu di incar dan diancam oleh orang-orang Yahudi justru karena ia berbuat yang benar. Bagi Yesus , ancaman itu tidak dianggapnya sebagai suatu yang menakutkan , dan posisinya sebagai orang yang dikejar kejar untuk di enyahkan bukan dianggap sebagai tindakan pengorbanan demi kebenaran, tetapi itulah pilihan hidup-Nya  karena ia utusan Allah. “sebab aku datang dari Dia dan Dia lah yang mengutus aku”

Kehadiran kita sebagai orang Kristiani ditengah-tengah masyarakat yang tidak menyukai keadilan , kebenaran dan cinta kasih, bisa saja menjadi ancaman, Apakah kita berani menghadapinya ? kalau kita harus berkorban untuk itu, anggaplah sebagai pilihan hidup karena Kristianitas berarti bahwa kita harus berani memperjuangkan kepentingan banyak orang.

Sumber : Inspirasi Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: