Renungan harian 12 maret 2013-”Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”

yesus menyembuhkan orang sakitSelasa, 12 Maret 2013
Pekan Prapaskah IV (U)

St. Gregorius l/Agung, Paus; St. Maximilianus;
St. Theofanus; Sta. Yustina dr Arezzo; B. Aloisius Orione

Yes. 49:8-15;
Mzm. 145:8-9,13cd-14,17-18;
Yoh. 5:17-30

Bacaan Injil: Yoh. 5:1–16

Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: ”Maukah engkau sembuh?” Jawab orang sakit itu kepada-Nya: ”Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” Kata Yesus kepadanya: ”Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: ”Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.” Akan tetapi ia menjawab mereka: ”Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.” (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab….)

Renungan
Orang sakit pasti ingin sembuh. Proses penyembuhan sangat tergantung pada tekad si sakit. Keinginan untuk sembuh merupakan energi yang sangat menentukan kesembuhannya.
Dalan Injil Yesus menemukan orang sakit yang sudah tiga puluh tahun menanti kesembuhan di pinggir kolam Betesda. Ketika Yesus melihat orang itu, Dia bertanya: ”Maukah engkau sembuh?” Pertanyaan ini tampaknya ’aneh’ (ya, jelas mau sembuh),  tetapi sangat penting dilontarkan agar tumbuh ”tekad!”.  Ketika ditanya Yesus, orang itu menjawab: ”Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam…!” Yesus mengerti tekad hati orang ini kuat, sayang dia benar-benar tak berdaya, dia butuh bantuan. Maka kata-Nya: ”Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah!” Saat itu juga, dia sembuh.

Kita sering terjebak oleh kebiasaan buruk, dosa yang berulang-ulang atau kelumpuhan lain. Tekad atau kehendak kuat menjadi obatnya. Kuasa dan kasih Allah  tercurah pada kehendak yang kuat itu. Kehendak kita bersama rahmat Allah memampukan kita ”untuk berjalan dan mengangkat tilam”.

Doa: Tuhan Yesus, berilah aku kekuatan untuk mengubah apa yang bisa aku ubah dan me­­nerima apa yang tidak bisa aku ubah serta kebijaksanaan untuk membedakan kedua­nya. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: