Renungan harian 8 maret 2013-”Hukum manakah yang paling utama?” Jawab Yesus: ”Hukum yang terutama ialah: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. ”

hukum tauratJumat, 8 Maret 2013
Pekan Prapaskah III (U)
St. Yohanes de Deo; St. Yulianus dr Toledo; St. Filemon dan Apolonios; St. Petrus Obazin

Hos. 14:2-10;
Mzm. 81:6c-8a,8bc-9,10-11ab,14,17;
Mrk. 12:28b-34
Bacaan Injil : Mrk. 12:28b–34

Seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: ”Hukum manakah yang paling utama?” Jawab Yesus: ”Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: ”Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.” Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: ”Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

Renungan

Suatu hari, seorang Pastor paroki diantar salah seorang pengurus dewan pastoral paroki. Sepanjang perjalanan yang lebih dari dua jam, pengurus dewan itu menceritakan kehebatan istrinya, baik kebiasaan hariannya maupun dalam mengasuh anak-anak, dalam keaktifan di paroki dan di masyarakat terlebih ketika menghadapi masalah keluarga. Mendengar cara, intonasi dan ekspresi dia bercerita, sang Pastor tidak hanya terkesan akan keluhuran pribadi sang istri, tetapi juga keluhuran hati bapak itu sendiri.  Dia mampu mengagumi istrinya. Mereka adalah dua pribadi yang saling menghargai dan mencintai.

Hanya pribadi yang dikuasai oleh kasih yang bisa mewartakan ”cinta kasih”. Nabi Hosea telah mengalami kasih Allah dan cinta itu menguasai hidupnya, sehingga dia mewartakan dan mengajak umat Israel untuk bertobat kembali kepada kasih Allah. Sebab, hanya ”jalan-jalan Tuhan adalah lurus… dan hanya Dia yang bisa menyelamatkan hidup!”  Tuhan Yesus yang mengalami dan dikuasai oleh kasih ilahi,  dengan penuh kuasa mengajak kita untuk ”mengasihi Tuhan, Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan dan mencintai sesama seperti diri sendiri!”

Kalau kita menyadari Allah mengasihi kita secara tak terbatas dan tak bersyarat, maka semua yang lain menjadi relatif dan kita mudah mewartakan kasih kepada semua orang yang kita jumpai.  Ukurannya pun jelas, yaitu seperti Allah mengasihi kita!

Doa: Tuhan Yesus, Engkaulah kasih, aku rindu untuk senantiasa tinggal di hati-Mu agar mampu mengasihi-Mu dan sesama. Amin.

Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: