Renungan harian 6 maret 2013-“siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga”

Rabu, 6 Maret 2013
Pekan Prapaskah III (U)
St. Marsianus dr Konstantinopel;
St. Hesikios; St. Fridolin

Ul. 4:1,5-9;
Mzm. 147:12-13,15-16,19-20;
Mat. 5:17-19
Bacaan Injil : Mat. 5:17–19

”Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.”

Renungan
Dalam peta dunia, Singapura adalah negara kecil. Sumber alamnya sangat terbatas dan umur negara ini lebih muda daripada Indonesia. Tetapi diakui oleh masyarakat internasional bahwa Singapura jauh lebih maju dan kaya dibanding Indonesia. Rakyatnya lebih sejahtera daripada rakyat Indonesia yang negaranya sangat luas dan sumber alamnya kaya raya. Mengapa? Survey membuktikan bahwa faktor utama yang membuat sebuah negara cepat maju ternyata bukan kekayaan sumber alam, bukan pula umur sebuah negara, juga bukan tergantung pada ras atau suku tertentu, tetapi tergantung pada etika masyarakatnya. Etika adalah norma tingkah laku yang didasarkan pada kesadaran akan nilai luhur kehidupan.
Tata kehidupan yang berdasarkan etika, itulah yang hendak diwujudkan oleh Tuhan Yesus. Kedatangan-Nya ke dunia bukan untuk meniadakan hukum, namun menggenapinya. Letak kegenapannya ialah pada ”kesadaran akan nilai” di balik peraturan yang ada. Dia mengharapkan bahwa motivasi kita menaati atau hukum adalah kasih akan Allah dan akan sesama. Kita menaati aturan masyarakat karena kita mencintai Allah dan sesama secara tulus dan dengan segenap kemampuan. Hidup dengan motivasi seperti itu, memancarkan keluhuran diri sebagai ciptaan Allah.
Doa: Tuhan Yesus, rahmat Roh Kudus-Mu telah Kaucurahkan ke dalam hatiku. Doronglah aku dengan kuasa-Mu itu agar aku mencintai Allah dan sesama dalam menaati hukum dan aturan hidup bersama dalam masyarakat negeri ini. Amin.
Sumber : Ziarah batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: