Renungan harian 4 Februari 2013- ”Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!”

IMG_1213Senin, 4 Februari 2013
Pekan Biasa IV (H)
St. Yosef dr Leonisa; St. Yohanes de Britto;
St. Isidorus dr Mesir; Sta. Katarina dr Ricci;

 

Ibr. 11:32-40;
Mzm. 31:20,21,22,23,24;
Mrk. 5:1-20

 

Bacaan I    : Ibr.  11:32–40
Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi,yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa,memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.

Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik.Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.

Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.

Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.

Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.

Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.

 
Bacaan Injil    : Mrk. 5:1–20

Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,  karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.  Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,  dan dengan keras ia berteriak: ”Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!” Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: ”Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!” Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: ”Siapa namamu?” Jawabnya: ”Namaku Legion, karena kami banyak.” Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: ”Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!” Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.  Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab….)

Renungan
Tidak sedikit orang mudah bingung, sedikit-sedikit bingung, lha bingung kok sedikit.. ? mau makan apa bingung, mau pergi kemana bingung, mau mengajak siapa bingung, mau membuat apa hari ini bingung, mau pakai baju yang mana bingung,,, lha kapan tidak bingung ? Yah sebenarnya kita tidak perlu bingung, Kebingungan berakar pada ketidak jelasan tujuan hidup yang kita canangkan. Bahasa kerennya ya tidak punya “Visi”  atau spiritualitas.

Bacaan pertama hari ini menampilkan  begitu banyak tokoh iman, sampai sampai penulis kitab Ibrani berkata : “Aku kekurangan waktu, apaila aku hendak menceritakan….” Karena apa ? Karena saking banyaknya tokoh iman, Para toko iman itu banyak menderita, menghadapi kesulitan dan problem, tetapi mereka dapat mengatasinya, “Mereka telah ruput dari mata pedang dan telah beroleh kekuatan dan kelemahan“.  Kekuatan dari mana ? Kekuatan dari Allah sendiri, Semua tokoh dalam iman itu hebat karena imannya, Dan iman mereka telah memberi suatu kesaksian yang indah! Banyaknya tokoh iman dalam Kitab Suci memastikan dan menjamin kita bahwa orang yang mengandalkan Allah dan menyerahkan hidupnya kepada-Nya akan beroleh kekuatan dan kelemahan.  Dengan melihat hidup orang-orang suci itu, kita mempunyai banyak contoh dan kesaksian tentang bagaimana harus hidup dan membuat keputusan yang akan akan membawa kepada keselamatan , Itulah keputusan iman untuk menyerahkan diri seutuhnya kepada Allah.

Marilah kita menghayati hidup harian kita dengan spiritualitas, Kita selalu bertanya : Untuk tujan apa saya membuat ini atau itu ! bila tujuan itu selalu mengarahkan kepada semakin dekatnya kita dengan Tuhan, atau semakin lebih besarnya perbuatan cinta kasih, atau semakin kita menjadi murah hati dan baik hati, maka lakukanlah dengan tenang! Itu biasanya dijalur kehendak Tuhan.

Sumber : Inspirasi Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: