Renungan harian 29 Januari 2013-“Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

IMG_1213Selasa, 29 Januari 2013
Pekan Biasa III (H)
 St. Joseph Freinademetz;

Ibr. 10: 1-10;
Mzm. 40:2,4ab,7-8a,10,11;
Mrk. 3:31-35
Bacaan Injil    : Mrk. 3:31–35

Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: ”Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka: ”Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?” Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: ”Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

Renungan
Pada pesta St. Joseph Freinademetz , imam dan misionaris , kita diingatkan oleh Yesus tentang siapa diriNya dan keluarganNya. Angota-anggota keluargaNya, ibu dan saudara-saudara, mungkin mereka merasa rindu pada Nya, Atau mereka juga ingin dikenal sebagai keluarga Yesus yang hebat itu. Namun bagi Yesus , ikatan seperti itu bukan lagi yang paling pokok. Sebagai Mesias, pemenuh janji keselamatan Bapa, ikatan utama ialah iman yang dibangun, keterbukaan karunia Roh dan kerelaaan untuk mengambilbagian dalam  Kerajaan Allah. Saudara-saudari karena ikatan darah bukan tidak penting, Ikatan itu tetap ada dan tidak terputus, tetapi dalam persekutuan baru keluarga Allah. Ikatan darah bukan faktor penentu. Persaudaraan itu dibangun atas dasar Firman.

Dalam banyak kesempatan orang-orang Kristiani suka saling menyapa satu sama lain sebgai saudara-saudari se iman, Ucapan itu benar dan memang seharusnya demikian, Akan tetapi ucapan itu harus lah menjadi dorongan untuk  diwujudkan dalam penghayatan hidup sehari-hari. Kita perlu saling mendukung , saling melayani , saling memperhatikan , saling meneguhkan dalam penderitaan , dan seterusnya.

Ketika anda menyapa sesama umat Kristiani saudara dan saudari, kesan apa yang anda rasakan ?

Menurut anda apa faktor kunci untuk membangun persaudaraan Kristiani sejati ?

Sumber : Berjalan Bersama Sang Sabda 2013.

Advertisements
%d bloggers like this: