Renungan Minggu 27 januari 2013-Apa yang terdapat dalam Kitab Suci dan nubuat para nabi adalah tanda-tanda atau lambang-lambang. Kristus yang menggenapinya, bukan hanya dengan memperkenalkan Allah Bapa dengan kehendak dan rencana-Nya menyelamatkan manusia, tetapi juga menyatukan kembali manusia, yang meninggalkan Allah, dengan Allah melalui diri-Nya. Kristus adalah Immanuel, Mesias, Juruselamat.

misa pembukaan bulan kitab suci 2010 Romo SutoKristus adalah Sang Manusia,

yang memperkenalkan Allah dalam setiap sabda

dan perbuatan-Nya.

 

Kitab Suci memuat sabda Allah yang harus dibacakan sampai dimengerti oleh umat, agar mereka bersukacita merasakan kehadiran Allah yang menguduskan dan  melindungi mereka (Bacaan pertama, Neh.8:2-4a, 5-6, 8-10). Hal itu melambangkan Kristus, yang datang ke dunia untuk menyucikan umat manusia dengan mempersatukan mereka sebagai anggota Tubuh-Nya, agar semua bersatu saling menolong karena saling membutuhkan satu sama lain (Bacaan kedua, 1Kor.12:12-30). Demikianlah Kristus mulai pengajaran-Nya dengan menyatakan bahwa kedatangan-Nya untuk memerdekakan, membuka pikiran akan kebenaran dan melepaskan berbagai beban yang menindih manusia (Bacaan Injil, Luk.1:1-4; 4:14-21).

 

Apa yang terdapat dalam Kitab Suci dan nubuat para nabi adalah tanda-tanda atau lambang-lambang. Kristus yang menggenapinya, bukan hanya dengan memperkenalkan Allah Bapa dengan kehendak dan rencana-Nya menyelamatkan manusia, tetapi juga menyatukan kembali manusia, yang meninggalkan Allah, dengan Allah melalui diri-Nya. Kristus adalah Immanuel, Mesias, Juruselamat.

 

Pesan yang mau disampaikan perayaan Ekaristi Minggu Biasa ke-3         ini mengingatkan kita,  bahwa  karya penyelamatan  Allah, meskipun berlangsung  dalam suatu proses panjang, terus berlangsung konsisten sesuai dengan perkembangan manusia, sampai pada saat manusia mampu mengenali Kristus sebagai Allah (Mt.16:16).

Maka setelah Yesus membacakan nubuat nabi Yesaya, Ia mengatakan : “Pada waktu ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya”. ‘Mendengar’         di situ bukan sekedar perbuatan telinga, tetapi berarti ‘mendengarkan’yaitu perbuatan manusia utuh. Maksud Kristus ialah bahwa yang dimaksud oleh nabi itu Dia. Ia adalah Mesias, yang mnggenapi  nubuat nabi itu; Ia adalah utusan Allah Bapa, yang menyelamatkan umat manusia. Maka tersirat pula disitu Kristus memandang, bahwa seharusnya manusia mulai mampu memahami karya penyelamatan Allah sudah mulai berlangsung, kerajaan Allah sudah datang.

Reaksi umat yang mulai mau mendengarkan itu perlu terus dikembangkan ke arah pemahaman, maka Kristus selama tiga tahun terus berkeliling, mengajar, berbuat baik sebagai kesaksian agar mereka sungguh memahami, bahwa Kristus adalah Allah, yang berkarya dalam wujud manusia sebagai pelaksana karya penyelamatan Allah. Akhirnya diharapkan, manusia dapat memahami pula kenaikan Kristus ke surga dan kedatangan Roh Kudus atas para rasul. Sebab setelah itu Allah berkarya melalui Gereja dan dari dalam hati manusia, dan itu berarti kembali dalam tanda-tanda dan lambang. Karya penyelamatan Allah terus berlangsung sampai akhir zaman secara sakramental.

Oleh karena itu rasul Paulus, yang dipanggil Kristus secara khusus setelah semuanya itu terjadi, lebih memandang karya Kristus yang tetap terus berlangsung melalui Gereja-Nya. Agar Gereja dapat meneruskan karya penyelamatan Kristus sebagaimana mestinya, ia mengingatkan, bahwa Gereja adalah semua orang yang mengimani Kristus, yang oleh baptis menyatu sebagai anggota Tubuh Mistik Kristus. “Saudara-saudara, sebagaimana tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus”.

Karena apa yang dilakukan Gereja itu adalah karya penyelamatan Kristus, yang terus berlangsung sampai akhir zaman, seluruh kehidupan di dunia ini haruslah kita pandang sebagai saat, yang dikuduskan atau dipersembahkan kepada Tuhan. Gereja adalah pejuang karya penyelamatan Kristus. Sebagaimana setiap perjuangan, perjuangan Gereja pun membutuhkan pengurbanan. “Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu dan imam Ezra………berkata kepada mereka semua : “Hari ini adalah kudus bagi Tuhan Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!”, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan Allah kita”. (bdk. Rm.8:18). Bahkan sepantasnyalah mereka berpesta dan membagikannya apa yang telah diterimanya dari Allah itu kepada semua orang yang membutuhkan.

 

Sadarkah kita akan makna perutusan kita sebagai anggota Gereja adalah menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat? 

 

 

 

St. Sutopanitro, Pr

 

Advertisements
%d bloggers like this: