Renungan harian anak 23 januari 2013-”Manakah yang diper­bolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?”

IMG_1213Rabu, 23 Januari 2013
Pekan Biasa II (H)
St. Yohanes Penderma; St. Ildephonsus; Sta. Martina;

Ibr. 7:1-3,15-17;
Mzm. 110:1,2,3,4;
Mrk. 3:1-6

Bacaan Injil Mrk. 3:1-6

Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus ke­pada orang yang mati sebelah tangannya itu: ”Mari, berdirilah di tengah!” Kemudian kata-Nya kepada mereka: ”Manakah yang diper­bolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: ”Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangan­nya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

Renungan
Antonius Oni, seorang karyawan, tergopoh-gopoh masuk kantor. Ia terlambat hampir satu jam. Kepala Bagian yang melihat Oni terlambat, langsung menegur dan memberi sanksi sesuai aturan yang berlaku. Tanpa banyak cakap, Oni menerima sanksi yang dijatuhkan atas dirinya. Siang harinya, ada kejutan yang membuat Kepala Bagian malu dan merasa bersalah. Tanpa diduga, pemilik perusahaan datang ke kantor mencari Oni, karyawan yang terlambat itu. Rupanya pagi hari tadi istri dan anaknya mengalami kecelakaan lalu lintas. Orang yang menolong dan mengantar mereka ke Rumah Sakit adalah Oni, sang karyawan itu. Oni sendiri tidak sadar bahwa orang yang ditolongnya adalah istri dan anak pemilik perusahaan tempat ia bekerja. Ia hanya berpikir bahwa korban kecelakaan itu memerlukan pertolongan. Ia juga tahu risikonya, terlambat kerja dan mendapat sanksi.
Tak jarang orang yang baik dijatuhi sanksi karena dianggap melanggar aturan, seperti Oni yang datang terlambat. Yesus mengalami hal yang sama. Ia dikecam karena menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya pada hari Sabat. Menurut aturan Sabat, orang tidak boleh bekerja pada hari itu, sekalipun untuk menyembuhkan orang sakit. Yesus tahu benar tentang aturan itu, namun Ia tidak peduli. Ia tetap menolong orang tersebut. Baginya, keselamatan manusia lebih utama daripada aturan. Aturan harus tetap kita hormati, namun kasih kepada sesama lebih utama.
Tuhan, beri aku terang-Mu agar aku dapat membedakan mana yang lebih utama dalam hidup ini. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: