Renungan harian 17 Januari 2013-Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus

IMG_1213Kamis, 17 Januari 2013
Pekan Biasa I

Pw St. Antonius, Abas (P)
B. Rosaline Villeneuve; St. Sulpisius

 

 

Ibr. 3:7-14;
Mzm. 95:6-7,8-9,10-11;
Mrk. 1:40-45 atau
Mat. 19:16-26

Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: ”Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: ”Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: ”Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya ke mana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

Renungan
Dalam bacaan hari ini,  orang yang berpenyakit Kusta ini melakukan sesuatu yang sangat luar biasa. Ia mendekati Yesus  dengan percaya diri dan rendah hati, mengharapkan bahwa Yesus bisa dan akan menyembuhkannya. Biasanya penderita kusta akan dilempari batu atau setidaknya dihindari  jika ia mencoba untuk mendekati seorang rabi. Yesus tidak hanya memenuhi  permintaannya, tetapi ia juga  menunjukkan   cinta kasih, dan kelembutan Allah  dengan berhubungan fisik.

Pengetahuan medis pada zaman tersebut menganggap kontak mempunyai  risiko besar untuk   menimbulkan infeksi dan penularan . Yesus menemui  manusia yang menderita dengan kebaikan penuh kasih sayang dan lembut. Dia menyatakan   kasih   Allah dalam tindkan . Dia menyentuh laki-laki  itu dan membuatnya bersih – tidak hanya secara fisik tetapi juga secara rohani.

 

Bagaimana Anda mendekati orang-orang yang yang dijauhi oleh orang lain karena mereka cacat atau memiliki penyakit tertentu? Apakah Anda menunjukkan kepada mereka kebaikan dan menawarkan mereka belas kasihan serta  membantu seperti yang dilakukan Yesus? Tuhan selalu siap untuk menunjukkan kepada kita rahmat-Nya dan membebaskan kita dari apa pun yang membuat kita najis, didekati, atau tidak mengasihi terhadap orang lain.

Doa: Tuhan, gerakkanlah hatiku untuk membantu mereka yang kesusahan. Amin.

Sumber : Dayly Scripture

Advertisements
%d bloggers like this: