Renungan Minggu 13 Januari 2013-Kristus adalah Juruselamat yang diutus oleh Allah Bapa.

misa pembukaan bulan kitab suci 2010 Romo SutoKristus adalah Juruselamat yang diutus oleh Allah Bapa.

 

 Nabi Yesaya menubuatkan akan kedatangan Allah, yang akan mengampuni dosa umat-Nya dan menggembalakan mereka dengan hati-hati; jalan telah disiapkan untuk menyambut dinyatakannya kemuliaan Tuhan (Bacaan pertama, Yes.40:1-5, 9-11). Itulah Yesus Kristus, Penyelamat kita, yang memberikan hidup baru kepada kita melalui baptis dan pencurahan Roh Kudus, memulihkan hubungan kita dengan Allah untuk dapat menerima warisan hidup kekal (Bacaan kedua, Tit.2:11-14; 3:4-7). Sebagaimana juga ditunjukkan oleh Yohanes Pembaptis, yang melihat Roh Kudus turun atas Yesus, ketika ia membaptis-Nya, dan pernyataan Allah, yang mengutus Dia, bahwa Yesus adalah Putera kesayangan-Nya (Bacaan Injil, Luk.3:15-16, 21-22).  

Seperti yang dikatakan rasul Paulus, bahwa kita ini telah diangkat menjadi anak Allah oleh sakramen baptis dan pencurahan Roh Kudus yang memurnikan hati dan cinta kasih kita. Namun dari lubuk hatinya yang terdalam manusia masih bertanya-tanya, mengapa hal itu kurang dirasakan dalam kehidupan ini. Sebabnya ialah karena selama hidup di dunia ini proses kerusakan harus dipertanggung-jawabkan oleh manusia, bahkan dijadikan oleh Kristus sebagai sarana pemurnian. Jadi tetap ada yang dapat menyebabkan orang jatuh bangun dalam dosa. Maka apa yang didambakan, yaitu kehidupan bersama yang aman, damai dan sejahtera, selama di dunia ini masih selalu saja mendapat gangguan karena dosa dan kejahatan.

 

Pesan yang disampaikan perayaan Ekaristi Hari Raya Pembaptisan Kristus ini mengingatkan kita akan kedosaan kita dan betapa hebatnya kerusakan akibat dosa itu, bukan hanya kerusakan dalam diri manusia sendiri, tetapi juga kerusakan hubungan manusia dengan alam ini dan terutama hubungan dengan sesama, karena dosa berarti manusia meninggalkan Allah yang menciptakannya.  Bila kita dengan rendah hati menyadari hal itu – seperti Yohanes Pembaptis yang mengakui bahwa ia bukan yang mereka nantikan — kita juga akan dapat merasakan apa yang sebenarnya dilakukan Kristus bagi kita manusia. Sungguh kita tidak tahu diri, bila kita tidak menyambut Kristus dengan penuh syukur, karena apa yang dilakukan Kristus itu jawaban atas apa yang diharapkan oleh setiap orang. “….. ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit : Engkaulah Putera kesayangan-Ku. Engkau berkenan di hati-Ku”

Sebab apa yang dilakukan Kristus, yang dinyatakan oleh Allah sebagai Putera kesayangan Allah, karena Kristus melaksanakan perutusan Bapa melayani manusia demi keselamatannya. Dan itu bukan karena jasa kita, melainkan karena cinta dan belas kasih Allah. Yesus yang tidak berdosa, tetapi mau dibaptis dengan air tanda tobat, merupakan rahmat bagi manusia. Sebab dengan demikian Ia mengangkat manusia sebagai anak Allah, manusia menjadi saudara-Nya, yang berarti dosa manusia diampuni. “Oleh rahmat Kristus hubungan kita dengan Allah dipulihkan dan kita menerima warisan kehidupan kekal, sesuai dengan harapan kita”.

Namun demikian tidak boleh dilupakan, bahwa akibat dosa keadaan manusia itu bagaikan berada di padang gurun, yang isinya penuh dengan rintangan dan tantangan, seolah-olah manusia tidak mempunyai harapan untuk mengatasi agar tetap hidup. Karena itu Yohanes sebagai perintis Tuhan hidup di padang gurun sebagai lambang penyiapan kedatangan Kristus di dunia yang dikuasai dosa itu mempunyai harapan lagi. “Di padang gurun persiapkanlah jalan untuk Tuhan, di padang belantara luruskanlah jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup dan setiap gunung dan bukit diratakan, tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran, maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama…….”.

Sadarkah kita, bahwa untuk menyambut Kristus, Penebus umat manusia, Juruselamat dunia, tidak lain adalah pertobatan dalam arti mau bertanggung-jawab?

  St. Sutopanitro, Pr

Advertisements
%d bloggers like this: