Renungan harian 11 Januari 2013-“Aku mau, jadilah engkau tahir.”

IMG_1213Jum’at, 11 Januari 2012
Hari Biasa Sesudah Penampakan Tuhan (P)
St Aleksander, St. Teodosius Cenobiarch, St Petrus Balsamus

1Yoh. 5:5-13;
Mzm. 147:12-13,14-15,19-20;
Luk. 5:12-16
Bacaan Injil Luk 5:12-16
Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”
Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.
Renungan
Selain derita fisik yang dialami para penderita kusta, derita yang terberat ialah bentuk pengucilan yang dilakukan masyarakat kepada mereka. Mereka dianggap najis,di mana penyakit itu dalam masyarakatYahudi dipandang sebagai kutukan Tuhan.
Pada zaman Tuhan Yesus, para penderita kusta juga mengalami nasib serupa. Mereka diasingkan, berpakaian compang-camping, menutupi muka sambil berteriak: Najis! Kondisi yang membuat mereka dibenci masyarakat pada umumnya, hingga akhirnya mereka juga membenci diri sendiri. Maka kita bisa membayangkan rasa lega dan sukacita si kusta, ketika Tuhan Yesus tidak mengusirnya, tetapi justru mengulurkan tangan-Nya dan menjamah dirinya. “Aku mau, jadilah engkau tahir,” kata-Nya.
Kesembuhan pun terjadi; bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara batin. Barangkali di sekitar kita pun tinggal orang-orang yang tersisihkan; mereka yang entah karena berbagai sebab, dianggap sebagai “sampah”, dibuang dan diasingkan. Ingat, mereka pun adalah citra Allah. Jangan menambahi luka mereka sebab mereka juga berhak menerima uluran dan jamahan kasih Allah.
Tidakkah kita sebagai murid Yesus, rindu berbagi kasih dengan mereka? Semoga melalui uluran dan jamahan tangan kita, kesembuhan bisa terjadi. Kalaupun bukan kesembuhan lahiriah, paling tidakkesembuhan batiniah.
(Renungan Harian Mutiara Iman 2013, Yayasan Pustaka Nusatama Yogyakarta )

Advertisements
%d bloggers like this: