Pelangi Kasih -Bacaan Injil dan Renungan harian untuk anak Kristiani

Logo Pelangi Kasih

Pada hari ini ada sesuatu yang berbeda dalam posting renungan harian. Hari ini kami men posting  bacaan injil   dan renungan harian untuk anak.

Sebagai orang tua anak-anak tentunya merupakan suatu keinginan untuk mendidik anak akan iman Kristiani. Renungan harian Pelangi kasih adalah salah satu jalan keluar.

Bila saudara ingin  memesan edisi cetak, bisa menghubungi Redaksi Pelangi Kasih,Jl. J.A. Suprapto 75 MALANG, sms ke no HP: 08179669944 , atau mengirim email ke: renunganhariananak@ yahoo.com.

Berikut Tulisan  Rm. F.X.Didik Bagiyowinadi Pr

Sebuah Kisah Di Balik Pelangi Kasih

Oleh: Rm. F.X.Didik Bagiyowinadi Pr[1]

Dalam Pernas Lembaga Biblika Indonesia Agustus 2012 diputuskan bahwa arah Kerasulan
KS Nasional 2013-2016 adalah Sabda Allah dalam Keluarga. Saya menengarai adanya kecenderungan Gereja Katolik Indonesia, bila ada hal yang baru, maka yang telah lalu begitu mudah dilupakan,misalnya hasil SAGKI soal KBG (2000), Habitus Baru (2005), dll. Maka agar apayang telah diupayakan dalam kerasulan KS Nasional selama 2008-2012 tidak
menguap tanpa bekas, maka saya membagikan tulisan berikut ini.[2]

Gerakan Mendekatkan Kitab Suci  kepada Anak-Anak
Arah Kerasulan Kitab Suci Nasional pada 2008-2012 adalah mendekatkan Kitab Suci kepada anak-anak. Kebetulan dalamTemu Karya Komisi Kerasulan Kitab Suci Regio Jawa pada bulan April 2010 di Batusaya ikut menjadi peserta. Saat itu diinformasikan bahwa pihak Lembaga BiblikaIndonesia telah mengupayakan aneka lokakarya untuk menciptakan lagu dan
permainan anak-anak yang bernuansa biblis agar bisa memperkaya materi pertemuan
Sekami atau Minggu Gembira.

Kebetulan selama acara itu saya sekamar dengan Rm. Emanuel Wahyu Widodo Pr, akrab dipanggil dengan Romo Emil,,Ketua Komisi Kerasulan Kitab Suci Keuskupan Malang. Dalam glenak-glenik informal itulah tercetus ide untuk menyusun renungan harian anak yang memungkinkan anak-anak Katolik membaca Kitab Suci setiap hari.
Seperti kita tahu saat ini telah terbit aneka renungan harian Katolik untuk orang dewasa sehingga sarana kerasulan KS bagi umat dewasa sungguh melimpah. Sementara untuk orang muda Katolik telahditerbitkan OASE ROHANI  “ Ziarah Batin Orang Muda oleh penerbit Obor. Sementara untuk anak-anak, tidak ada.Sebelumnya sempat terbit BARBI dari Komisi Anak Keuskupan Surabaya, namun beberapa waktu lalu sudah tidak terbit.

Ketika ide ini saya lontarkan diantara para romo peserta Temu Karya itu, ada yang berkomentar, Wah, membuat renungan anak-anak itu jauh lebih sulit daripada untuk orang dewasa ,  Tentu saja sulit, bila semua dikerjakan oleh para pastor sendiri. Dalam kalkulasi saya dengan Romo Emil, kami bisa menggandeng dan bersinergi dengan para guru TK-SD dan pendamping Minggu Gembira. Mereka jauh lebih mengerti dunia anak-anak. Tentu saja mereka harus didampingi karenakebanyakan tidak mengenyam pendidikan kateketis-teologis dan juga tidak semuabiasa menulis.

Mengapa Pelangi Kasih?
Munculnya nama renungan harian anak Pelangi Kasih  ini berasal dari diskusi via sms dengan Romo Emil Pr ketika saya tengah berlibur di Keuskupan Sanggau,Kalimantan (Juli 2010). Selain memuat bacaan Injil yang menginspirasi anak-anak berbuat kasih, renungan ini juga akan menyajikan kisah kasih dalam keseharian hidup anak-anak. Ibarat Pelangi yang indah berwarna-warni,  demikianlah buku ini akan menampilkan kepelbagaian dan keindahan anak-anak berbuat kasih.

Spesifikasi Pelangi Kasih
Adapun spesifikasi Renungan Harian Anak Kristiani Pelangi Kasih  ini adalah sebagai
berikut:
Menyajikan bacaan Injil setiap hari sesuai dengan kalender liturgi. Dengan demikian pembacaan Kitab Suci tidak menjauhkan anak-anak dari dinamika liturgi Gereja Katolik. Pembacaan Injil setiap hari akan memperluas wawasan anak-anak akan kekayaan isi Injil, tidak sekedarkisah-kisah yang sudah biasa mereka dengarkan dalam pelajaran agama di sekolahataupun teks Misa Mingguan di Sekami/Minggu Gembira.
Teks Injil yang dikutip adalah terjemahan versi Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) atau sekarang biasa disebut dengan Bahasa Indonesia Masa Kini (BIMK). Teks versi ini jauh lebih mudah dipahami oleh anak-anakdaripada terjemahan standard (Terjemahan Baru) yang biasa kita miliki.
Setelah itu disajikan renungan anak berupa kisah kasih dari dunia anak yang terinspirasi oleh Injil hari itu, sehingga diharapkan pesan Injil hari itu dapat lebih mudah diterapkan dalam kehidupan mereka.Setiap halaman kisah kasih ini dilengkapi dengan ilustrasi menarik dan berwarna-warni.
Ayat emas yang dicantumkan di bawah halaman menjadi idepokok untuk kisah kasih hari itu.
Disediakan pula dua baris kosong untuk menuliskan doaatau niat pribadi si anak. Bila setiap hari mereka menuliskan doa/niatpribadinya, kita boleh berharap bahwa setelah tiga-lima tahun ke depan merekaakan semakin lancar berdoa spontan. Suatu tradisi yang memang mesti diciptakan dan dilatihkan sejak dini.
Rubrikpada sampul belakang bertajuk Pelangi Karyaku  yang menampilkan gambar atau lukisan anak-anak bertema salah satu adegan Kitab Suci. Pencantuman perikop Alkitab yang menginspirasi gambar itu membantu pembaca lainnya menyimakkisahnya dalam Alkitab mereka. Ini  merupakan bentuk sharing Kitab Suci dalambahasa gambar. Saya sendiri tertegun kagum menyaksikan imaginasi anak-anak. Adayang melukiskan saat Yesus disalibkan itu ada kupu-kupu yang terbang.
Saat Yesus terangkat ke surga, dalam lukisan mereka, ternyata berada di jalanan kota, dekat sebuah bank! Sungguh, hanya ada dalam dunia imaginasi anak-anak. Kadang dalam gambar tersebut mereka menggambarkan sesuatu yang tidak disebut dalam teks Alkitab, suatu imaginasi yang berasal dari keseharianmereka. Namun, kadang saya berdecak kagum oleh ketelitian dan kedetailan mereka dalam melukiskan adegan Kitab Suci.
Sementara halaman sampul dalam, depan dan belakang, menampilan  Shalom  dan Oase Kedua halaman ini disusun berdasarkan tema bulanan dan menjadi sarana anak-anakbelajar isi Kitab Suci yang disajikan secara tematis. Dalam Shalom pemimpin redaksi menguraikan tema yang dibahas secara biblis, tentunya dalam bahasa anak-anak. Sementara Oase lebih menjelaskan detail biblis sesuai tema bulan itu dalam bahasa gambar sehingga lebih menarik dan jelas bagi anak-anak.

Tim Penulis: Pendamping Minggu Gembira dan Guru TK-SD
Para penulis kisah kasih anak ini adalah para pendamping Minggu Gembira, guru TK-SD dan pencinta anak-anak. Mereka jauh lebih mengerti dunia anak karena biasa berkontak langsung dengan anak-anak. Di kelas Minggu Gembira mereka memang sudah biasa menjelaskan Kitab Suci kepada anak-anak, setidaknya untuk bacaan Injil mingguan. Bila selama ini mereka biasa mendongeng dan bercerita kepada 40-an anak di kelas Minggu Gembira masing-masing, dengan menuliskannya jangkauan pewartaan mereka akan diperluas.
Memang,ada kesulitan tersendiri yang mesti diatasi oleh Tim Redaksi. Pertama, mereka yang kami himpun ini umumnya memang biasa bercerita lisan kepada anak-anak, namun tidak semua biasa menulis. Maka kami mesti menyelenggarakan pelatihan penulisan bagi mereka, sehingga dengan demikian talenta menulis mereka juga diasah dan dikembangkan. Kedua, terkadang mereka juga mengalami kesulitan dalam memahami isi dan pesan Injil. Namun, dengan membaca perikop yang diberikan membaca buku tafsir sederhana yang kami sediakan dalam pelatihan, dan mencoba menemukan pesannya bagi anak-anak, wawasan mereka justru diperkaya. Demikian pula dengan membaca kisah santo-santa yang diperingati sesuai kalender liturgi.

Proses Penulisan dan Penerbitan Pelangi Kasih

Untuk mengumpulkan naskah dari para penulis, tim redaksi Pelangi Kasih mesti mencari-cari pola yang tepat. Kami tidak menggunakan cara konvensional dengan memilih dan melibatkan para penulis profesional, tetapi justru memilih tim penulis dari antara pendamping Minggu Gembira dan guru TK-SD. Seperti saya ceritakan di atas, tidak mudah menemukan tim penulis ini, maka kami mesti mengadakan pelatihan penulisan di tiga tempat, yakni di Malang, Jember, dan Madura. Kami mengundang calon penulis dari seluruh wilayah keuskupan. Pada dua kali pelatihan, polanya adalah bila dalam satu jam mereka belum merampungkan kisah kasihnya, dijadikan PR dan kami beri deadline satu bulan. Dalam pelatihan di tiga tempat ini materi enam bulan bisa rampung didistribusikan dan dikerjakan. Namun, setelah ditunggu satu bulan, ternyata tidak semua PR renungan itu muncul di meja redaksi sehingga kami harus meminta beberapa orang lagi untuk menggantikannya. Pola demikian berlaku untuk penulisan edisi pertama (Jan-Jun 2010) dan edisi kedua (Jul-Des 2011).

Belajar dari pengalaman tersebut, pada edisi ketiga dan seterusnya kami hanya mengundang calon penulis dari seluruh keuskupan yang terbukti bisa menulis dari proses penulisan edisi I dan edisi II. Tim penulisnya berkisar 30-an orang, dan kami bersama-sama mengerjakannya dalam satu kali weekend. Prosesnya, setelah membaca teks Injil yang dibagikan, menemukan pesan, serta ide ceritanya, penulis mesti mengonsultasikannya dengan Tim Redaksi, yakni para frater praja yang membantu kami. Bila oke, mereka baru menuliskan kisah kasih tersebut.Dan syukur pada Allah dalam sekali week end, kami sudah bisa menghimpun renungan berupa kisah kasih untuk enam bulan sekaligus.

Selanjutnya tugas Tim Redaksi adalah mengedit dan menyempurnakannya, baik dari sisi bahasa maupun isi renungan. Setidaknya dari draft naskah penulis, Tim Redaksi sudah mendapatkan ide dasar kisah kasihnya. Dilanjutkan dengan pengetikan naskah, pembuatan ilustrasi, dan penggarapan layout. Mengingat terbatasnya halaman, maka terkadang teks Injil tidak dimuat secara utuh.Akhirnya, sebagai penanggung jawab dan Pimred, saya mengecek pruf (cetak contoh), sebelum kemudian dimasukkan ke percetakan. Sejauh ini pola demikian bisa memungkinkan kami bekerja di tengah kesibukan dan keterbatasan waktu Tim Penulis maupun Tim Redaksi.

Tantangan dalam Pendistribusian
Sejauh ini Komisi Kerasulan Kitab Suci Keuskupan Malang dan Tim Redaksi Pelangi Kasih memang berkonsentrasi pada pengadaan materi dan produksinya, namun masih mengalami kesulitan dalam pendistribusiannya. Sebenarnya sebuah penerbit Katolik dari luar keuskupan pernah berminat menerbitkan renungan Pelangi Kasih ini, namun sejauh ini kami memilih menerbitkannya sendiri dengan maksud agar tetap lebih terarah pada misi kerasulan. Kami juga sudah memperkenalkan dan menawarkannya ke sekolah-sekolah Katolik dan yayasan Katolik, tetapi sepertinya belum banyak tanggapan. Apakah hal ini terbentur soal dana, untuk sebuah renungan harian anak seharga Rp. 5.000,- per bulan atau Rp. 25.000,-per semester (enam bulan)?

Edisi Cetak dan Online
Untuk menjawab kebutuhan calon  pembaca Renungan Harian Anak Pelangi Kasih yang mungkin belum bisa mendapatkan edisi cetaknya dan commitmen kamipada misi kerasulan Kitab Suci – bukan bisnis buku rohani- maka secara teratur kami mengunggah halaman Pelangi Kasih ke sebuah blog. Anda bisa mengaksesnyadengan mengklik blog berikut ini: pelangikasihanak.blogspot.com.au Seandainya ada yang tergerak hati untuk mendukung karya kerasulan ini, kami sangat berterima kasih dan Anda bisa menyalurkan donasi ke nomor rekening berikut ini:BCA AC No. 011.099.5377, a.n. Emanuel Wahyu Widodo.

Sementara yang berminat memesan edisi cetak, bisa mengalamatkannya ke Redaksi Pelangi Kasih,Jl. J.A. Suprapto 75 MALANG, sms ke no HP: 08179669944 (Ibu Ria), atau mengemail ke: renunganhariananak@ yahoo.com.

Mari Bersinergi
Kita menyadari bahwa kita semua adalah kawan sekerja Allah, khususnya dalam pewartaan Injil kepada anak-anak.Sejauh ini Komisi Kerasulan Kitab Suci Keuskupan Malang telah berusaha menyediakan buku renungan harian anak ini. Namun, untuk pendistribusian dan pemanfaatannya lebih lanjut, kami sungguh berharap adanya kerjasama dari semua yang punya hati untuk karya kerasulan ini, baik para katekis, pendamping Minggu Gembira, guru agama, kepala sekolah, maupun para orangtua sendiri. Bila kita mampu bersinergi dan bekerjasama, niscaya anak-anak Katolik Indonesia bisa semakin didekatkan pada Kitab Suci, yang berarti mereka akan semakin mengenaldan mengalami Kristus sendiri. Melalui aneka cara kita masing-masing, kita mau menjadi pembawa kabar baik yang mendatangkan sukacita bagi anak-anak (bdk. Rom10:15), sehingga baik penabur dan penuai akan sama-sama bersukacita (bdk. Yoh 4:36).

____________ _________ _________ __

[1] Penulis adalah Ketua Komisi
Kerasulan KS Keuskupan Malang, anggota Dewan Pimpinan LBI, dan Dosen KS di STFT
Widya Sasana Malang.
[2]Tulisan ini telah dipublikasikan
dalam salah satu bab di buku Identitas
dan Spiritualitas Katekis (Pustaka Nusatama, 2012).

Tulisan Rm Didik dikutip dari  Alexander yusuf dalam milis Yakobus
Advertisements
%d bloggers like this: