Renungan harian 2 Januari 2013-” ”Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! “

IMG_1213Rabu, 2 Januari 2013

Peringatan Wajib
St. Basilius Agung & Gregorius dr Nazianze
1Yoh. 2:22-28;
Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4;
Yoh. 1:19-28

Yoh 1: 19-28

Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem me­ng­­u­tus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: ”Siapakah engkau?” Ia mengaku dan tidak ber­­dusta, katanya: ”Aku bukan Mesias.” Lalu me­re­ka ber­tanya kepadanya: ”Kalau begitu, sia­pa­­kah eng­kau? Elia?” Dan ia menjawab: ”Bukan!” ”Eng­kau­kah nabi yang akan da­tang?” Dan ia men­ja­wab: ”Bukan!” Maka kata mereka kepa­da­­nya: ”Siapakah engkau? Sebab kami harus mem­­beri jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” Jawabnya: ”Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.” Dan di antara orang-orang yang di­­utus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka ber­tanya kepadanya, katanya: ”Mengapa­kah eng­kau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab mereka, katanya: ”Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-te­ngah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Hal itu terjadi di Betania yang di seberang Su­ngai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

Renungan
Nelson Mandela kerap disebut sebagai nabi oleh rakyatnya. Nelson dinilai berbicara dan berjuang demi rakyat, bukan demi dirinya sendiri. Nelson Mandela rela ditangkap dan masuk penjara selama bertahun-tahun untuk menegakkan kebenaran. Singkatnya, Nelson Mandela dianggap sebagai orang yang berbicara dan bertindak atas nama Tuhan.

Dalam Perjanjian Lama, seorang nabi kerap memulai pembicaraannya dengan rumusan seperti ini: ”Beginilah Firman Tuhan….” (Yer. 2:5). Rumusan tersebut menunjukkan bahwa seorang nabi memang berbicara dan bertindak atas nama Tuhan.

Orang-orang yang menyaksikan sepak terjang Yohanes Pembaptis, ingin memastikan, apakah dirinya seorang nabi. Namun, Yohanes seolah-olah menolak disebut nabi. Mengapa demikian? Sebenarnya, Yohanes tidak menolak berbicara atas nama Allah, berkhotbah sebagaimana para nabi pendahulunya. Yang ia tolak adalah sangkaan bahwa dirinya adalah nabi khusus yang lama dinanti-nantikan orang, yaitu Sang Mesias. Sesungguhnya, Yohanes Pembaptis telah memberi contoh kepada kita, umat Kristiani. Kita semua, tanpa kecuali sebenarnya memiliki fungsi kenabian, dipanggil untuk berbicara atas nama Tuhan. Sanggupkah kita?

Doa: Tuhan, semoga aku memiliki keberanian untuk berbicara atas nama-Mu dalam ber­bagai kesempatan. Amin.
Sumber : Ziarah Batin 2013

Advertisements
%d bloggers like this: