Renungan harian 26 Desember 2012-“Kamu akan dibenci semua orang karena NamaKu, tetapi orang yang bertahan sampai kesudahannya akan selamat”

IMG_1213Rabu , 26 Desember 2012

 

Pesta
St. Stefanus, Martir Pertama

Kis 6:8-10, 7:54-59,
Mzm 31:3cd-4,6,8ab,16bc,17,
Mat 10:17-22
Bacaan Injil    : Mat 10:17–22

Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.

Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.

Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.

Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.

Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Renungan
Kebaikan kita akan dikenang dengan kebanggaan, kejahatan kita diingat dengan kebencian. Ungkapan ini mengingatkan kita akan perjuangan dan kesaksian iman Santo Stefanus martir pertama pengikut Kristus. Para pemimpin Agama Yahudi membenci Stefanus karena kesaksian imannya dipandang sebagai tindakan kejahatan yang merongrong wibawa agama Yahudi. Sebaliknya bagi kita keberanian

Santo Stefanus memberi kesaksian iman yang benar kepada dunia khususnya pemimpin agama Yahudi adalah kebaikan yang pantas kita kenang dengan bangga.

Dalam Injil hari ini Yesus memberi wejangan mengenai tantangan menjadi mu rid Yesus. Dalam semangat perutusan itu Yesus mengingatkan kita bahwa tugas dan panggilan yang akan kita emban tidak gampang. Tugas perutusan kita itu seperti “kawanan domba di tengah-tengah serigala”. Tetapi kita jangan kuatir karena Roh Tuhan akan menuntun kita untuk kuat dan berani memberikan kesaksian iman

yang benar seperti Santo Stefanus yang dikuasai Roh Allah. Roh Allah akan memberikan hikmat sehingga kita dapat berkata-kata dengan penuh kuasa dan wibawa, berkurban demi keselamatan banyak orang.

 

(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, Yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta)

Advertisements
%d bloggers like this: