Renungan harian 24 Desember 2012- Kidung pujian Zakharia kepada Allah

IMG_1213Senin, 24 Desember 2012
Hari Biasa Khusus Adven (U)
Adam dan Hawa (Manusia Pertama)
Pagi 2Sam 7:1-5,8b-12,16, Mzm 89:2-3,4-5,27,29, Luk 1:67-79
Sore: Yes 62:1-5, Mzm 89:4-5,16-17,27,29, Kis 13:16-17,22-25,Mat 1:1-25

Bacaan Injil : Luk. 1:67–79

Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: ”Ter­pujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia mela­wat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,—seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus—untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”

Renungan
Zakharia terbebas dari ”hukuman bisu” dari Allah ketika ia melaksanakan apa yang dikehendaki Allah dengan menuliskan nama anaknya adalah ”Yohanes”. Ia kemudian memuji dan memuliakan Allah. Proses menjadi percaya pada kehendak Allah yang dialami Zakharia melewati suatu proses yang panjang dan melalui pergulatan yang tidak mudah. Berbeda dengan proses beriman Maria yang dengan cepat bisa menundukkan hati dan budinya pada kehendak Tuhan. Namun, bagaimanapun liku-liku perjalanannya, panggilan Tuhan untuk percaya kepada-Nya selalu berujung kebahagiaan. Seperti Zakharia, demikianpun Maria, setelah ditempa keragu-raguan dan imannya diuji, keduanya melambungkan kidung pujian kepada Allah.
Bagaimana kita mengenal Yesus Kristus juga melalui jalan yang tidak sama. Ada yang begitu cepat dan instan ketika masih bayi sudah dibaptis, namun ada juga yang melalui pergulatan masa remaja atau masa mudanya. Bahkan tak jarang proses beriman seseorang terjadi pada hari tuanya, menjelang ia meninggal dunia. Banyak orang yang melalui jalan terjal seperti Zakharia karena awalnya melakukan penolakan terlebih dahulu karena sulit untuk mempercayai misteri Allah. Namun, kita percaya, jika kita bertahan dalam iman di tengah berbagai cobaan yang melemahkan kepercayaan kita kepada Allah atau berbagai godaan yang hendak menarik kita jauh dari Allah, kita akan mendapat penghiburan dan sukacita sejati.
Ya Tuhan, aku bersukacita atas anugerah iman kepada-Mu. Kuatkanlah aku di tengah berbagai godaan yang menguji imanku ini. Amin.
Sumber : Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: