Renungan Minggu 23 Desember 2012-Bunda Maria berperanan besar dalam terlaksananya karya Allah menyelamatkan manusia

misa pembukaan bulan kitab suci 2010 Romo SutoBunda Maria berperanan besar dalam terlaksananya karya Allah menyelamatkan manusia

Nabi Mikha menubuatkan rencana Allah sejak semula, bahwa akan lahir dari seorang perawan di Betlehem Efrata, kelompok kecil dari suku Yehuda, seorang, yang akan menjadi damai sejahtera, memerintah Israel sampai ke ujung bumi (Bacaan pertama, Mi.:5:1-4). Itulah nubuat tentang Mesias, yang melaksanakan kehendak Allah untuk menerima tubuh yang disediakan Allah bagi-Nya, yang akan dipersembahkan seba-gai ganti kurban bakaran dan kurban penghapus dosa (Bacaan kedua, Ibr.10:5-10). Dan Bunda Marialah perawan yang dengan bebas mau diikutkan dalam rencana Allah menyediakan bagi-Nya tubuh dalam rahimnya, yang akan dipersembahkan sebagai kurban penghapus dosa itu bagi umat manusia (Bacaan Injil, Luk.1:39-45).

Manusia membutuhkan pengampunan atas dosanya. Dan yang dapat mengampuni dosa hanyalah Allah. Yang harus menebus hidup yang sudah kehilangan benih hidup abadi itu adalah manusia, karena manusia yang berdosa. Tetapi manusia sudah tidak mungkin mampu melakukan hal itu, karena hidupnya telah tercemar dan tidak utuh lagi. Karena itu Allah Putera menjadi Manusia, sebagai tanda pengampunan dosa manusia dan sekaligus yang akan menebus hidup manusia itu atas nama umat manusia.

Kesanggupan Bunda Maria menyediakan tubuh bagi Allah Putera dalam rahimnya itu, secara bersamaan berarti ia menya-takan imannya kepada Allah dan sekaligus sebagai pribadi mau menjadi suci, yaitu menerima pemnyertaan Allah yang terjadi sejak dikandung ibunya. Bunda Maria bukan hanya disucikan, disertai Allah, tetapi juga mau suci, mau menyatukan diri dengan Allah.

Pesan yang disampaikan perayaan Ekaristi Minggu Adven ke-4 ini mengingatkan kita, bahwa iman kita akan azas dasar kesucian manusia, yang diampuni dosanya dan ditebus hidupnya, ialah perkenanan Allah menyatukan diri dengan manusia. Bagi manusia tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada kebahagiaan karena manusia disatukan dengan sumber hidupnya, yaitu Allah, dan manusia sendiri mau menerima kemurahan hati Allah itu pula. Disinilah Bunda Maria – tampaknya tanpa ia sadari – seolah mewakili umat manusia terbuka dan menerima rencana Allah menyelamatkan manusia. “Diberkatilah engkau diantara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. ……. Dan berhagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana”.

Bagi manusia diciptakan itu disabdakan, yang berarti dipanggil untuk hidup abadi dalam kemuliaan hadirat Allah. Itulah sebabnya Kristus menyatakan, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari setiap sabda yang keluar dari mulut Allah. Manusia akan tetap hidup bila berada dalam Sabda Allah, mau disatukan atau mau mengambil bagian pada Sabda Allah. Bahwa Bunda Maria adalah manusia yang paling berbahagia, karena disertai Allah, diakui sendiri oleh Bunda Maria ketika menanggapi seruan Elisabet.

Sebaliknya dosa, adalah perbuatan manusia yang mau melepaskan diri dari Allah. Maka akibat dosa adalah kerusakan pada dirinya dan akhirnya kematian. Allah berkenan mengampuni dosa manusia, itu berarti Allah berkenan menyatukan diri kembali dengan manusia yang meninggalkan-Nya. Immanuel, Allah Putera menjadi Manusia, Yesus Kristus, itulah pengampunan dosa. Tetapi tidak hanya sampai disitu. Kristus masih mempersembahkan hidup insani-Nya sebagai tebusan atas hidup manusia. Itu berarti dengan mempersembahkan hidup insani-Nya itu Kristus melimpahkan hidup ilahi-Nya kepada manusia, agar umat manusia dapat tetap menjawab panggilan Allah dan mencapai hidup dalam kemuliaan Allah yang abadi. “Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki – tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagi-Ku – kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata : Sungguh Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku”.

Persembahan itu memang hanya sekali, tetapi karena Kristus itu Allah Putera, persembahan-Nya abadi. Dan bagi manusia yang masih dalam proses hidup di dunia ini, keabadian persembahan itu ditampakkan oleh Kristus dalam Sakramen, terutama Sakramen Ekaristi. “Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan Tuhan, dalam kemegahan nama Tuhannya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, dan ia menjadi damai sejahtera”.

Sadarkah kita bahwa, sejak Bunda Maria menerima Kabar Gembira dan mau menerimanya pula, penyelamatan Allah mulai terlaksana?

St. Sutopanitro, Pr

Advertisements
%d bloggers like this: