Renungan harian 23 Desember 2012-“Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu”

IMG_1213Minggu, 23 Desember 2012
Pekan Adven IV (U)
St. Yohanes dr Kety; St. Servulus

Mi 5:2-5a,
Mzm 80:2ac,3b,15-16,18-19,
Ibr 10:5-10,
Luk 1:39-45

siapakah aku ini sampai ibu tuhan ku datang pada ku

Bacaan Injil    : Luk. 1:39–45

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegu­nungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan mem­beri salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: ”Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

Renungan
Thomas Aquinas, seorang pujangga Gereja, pernah menulis begini: sebagai ”wakil seluruh kodrat manusia” Maria mengucapkan perkataan ”Ya” kepada Tuhan. Oleh ketaatannya ia menjadi Hawa baru, menjadi Bunda orang orang hidup. Karena hidupnya yang suci dan ketaatannya, Maria mendapat rahmat yang luar biasa. Oleh karena itu, Gereja memberinya berbagai penghormatan dan gelar yang sangat istimewa. Maria tentu lebih rendah tingkatannya dari Allah, namun dari antara semua manusia ia dihormati sebagai pribadi yang lebih tinggi dari siapa pun.
Pujian merupakan salah satu elemen inti devosi kepada Maria. Kitab Suci sendiri mencatat pujian Elisabet dan anak dalam rahimnya sebagai pujian paling pertama bagi Maria: ”Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.” St. Chrisostomus menulis: ”Sungguh pantas dan wajarlah kami memuji dikau, O Bunda Allah yang amat kudus, suci murni dan bunda Tuhan kami. Kami menghormati engkau melebihi Kerubim dan Seraphim. Engkau yang tanpa kehilangan keperawananmu melahirkan Sabda Tuhan. Engkaulah sungguh-sungguh Bunda Allah.”
Kita tidak hanya cukup sampai pada sikap kagum dan memuji Maria karena karya Agung Allah dalam dirinya, tetapi hendaknya mencontoh Maria sebagai citra dalam hal iman, cinta kasih yang sempurna dengan Kristus. Gereja mengajarkan bahwa Maria adalah typos Gereja (gambaran Gereja), gambaran umat beriman dalam perjalanan menuju Allah. Itu berarti dalam usaha menjawab panggilan Allah, kita bisa belajar pada Maria tentang bagaimana menjawab panggilan Allah dan hidup seturut firman-Nya, tentang bagaimana mengikuti Yesus secara sempurna, dan bagaimana melaksanakan kehendak Allah dengan setia.
Ya Tuhan, semoga aku bisa belajar beriman seperti Bunda Maria. Dalam keseder­hana­an­nya, ia selalu mampu menjawab ”Ya” kepada seluruh kehendak-Mu yang penuh mis­teri. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: