Renungan harian 21 Desember 2012- Meneladani kelembUtan hati Maria, untuk mencintai Tuhan di atas segalanya


IMG_1213Jumat, 21 Desember 2012
Hari Biasa Khusus Adven (U)
St. Petrus Kanisius

Kid 2:8-14 atau Zef 3:14-18a,
Mzm 33:2-3,11-12,20-21,
Luk 1:39-45
Bacaan Injil    : Luk. 1:39–45

Berapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegu­nungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: ”Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

Renungan
Doa Salam Maria dan Rosario menjadi bagian tidak terpisahkan dari cara berdoa umat Katolik. Bagian pertama doa Salam Maria diambil dari peristiwa Injil hari ini, dimana dua orang wanita yang terberkati berjumpa dan bayi dalam rahim Elizabet melonjak kegirangan. Seruan Elizabet ”diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu” telah menjadi bagian dari doa yang tidak kunjung putus didoakan oleh orang Katolik di mana pun mereka berada. Doa Salam maria yang kemudian dirangkai menjadi doa Rosario memiliki tiga kekhasan: (1) doa ini biasa didoakan oleh orang-orang sederhana yang tidak bisa merangkai kata-kata indah dalam berdoa; (2) doa ini adalah doa repetitif atau yang diulang-ulang sehingga bisa dilakukan saat kita melakukan kesibukan apa pun; (3) doa repetitif semacam ini mengandaikan suatu ritme doa yang teratur sehingga kita didorong untuk berdoa tak kunjung putus.
Dalam setiap peristiwa kehidupan yang penting, Bunda Maria selalu menyertai para Rasul, pada momen perkawinan, momen penganiayaan, bahkan saat penderitaan paling mendasar sekalipun, kematian, Bunda Maria selalu ada. Maka, doa dengan perantaraan Bunda Maria sebagai manusia yang paling terberkati di antara semua manusia merupakan devosi yang paling populer dan sangat dianjurkan di kalangan umat Katolik.
Di saat kerap kali Gereja Katolik berfokus pada dogma-dogma teologi dan filsafat yang berciri rasional dan maskulin, perjumpaan dua wanita yang terberkati dalam Injil hari ini memberikan suatu dimensi iman yang lebih afektif dan feminim. Kita diajak untuk beriman dengan hati kita, meneladan kelembuhan hati Maria, untuk mencintai Tuhan di atas segalanya.
Ya Bapa, ajarilah aku  untuk mencintai Putra-Mu dari dasar hatiku yang terdalam, bu­kan sekadar dengan akal budi dan dogma-dogma. Biarlah aku merasakan kelembutan cinta-Mu melalui perantaraan Ibu Maria. Amin.

Sumber : Ziarah Batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: