Renungan harian 15 Desember 2012-“Elia sudah da­tang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak me­reka”

IMG_1213Sabtu, 15 Desember 2012
Pekan Adven II (U)
Sta. Kristiana

Sir 48:1-4,9-11,
Mzm 80:2ac,3b,15-16,18-19,
Mat 17:10-13
Bacaan Injil    : Mat. 17:10–13

Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: ”Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” Jawab Yesus: ”Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah da­tang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak me­reka. Demikian juga Anak Manusia akan men­de­rita oleh mereka.” Pada waktu itu me­nger­tilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbi­cara tentang Yohanes Pembaptis.

Renungan

Yesus dan tiga muridNya menuruni gunung. Baru saja mereka mendapat sebuah penglihatan: Yesus nampak dalam  kemuliaanNya bersama Musa dan Elia, dua tokoh terbesar dalam sejarah Israel.

Musa mewakili hukum dan Perjanjian dengan Allah, dan Elia mewakili para nabi. Mereka merupakan pralambang Yesus: Dialah pemberi hukum baru dan dalam Dia Allah mengadakan Perjanjian Baru, bukan hanya dengan Israel, tetapi dengan seluruh umat manusia. Yesus adalah juga nabi segala nabi: dalam Dia seluruh gerakan kenabian dipenuhi. Tentang Elia dikisahkan bahwa ia tidak meninggal seperti orang biasa, tapi diangkat ke surga dalam kereta berapi dan kuda berapi dalam angin badai. Lalu beredarlah cerita bahwa Elia akan kembali lagi sebelum kedatangan Mesias. Banyak orang bertanya-tanya apakah Yohanes Pembaptisitu Elia yang harus datang. Yesus membenarkannya. Betul, Dialah Elia yang harus memaklumkan Mesias dan menyiapkan jalan bagiNya. Tetapi orang tidak mengenal dia.

Ketika sebagai nabi ia menegur  Herodes karena mengambil Herodias,istri saudaranya, pasangan itu marah dan menyuruh menjebloskan Yohanes ke dalam penjara. Rupanya itu belum cukup untuk meredakan kemarahan Herodias. Waktu tiba kesempatan yang baik, ia menuntut kepala Yohanes. Yohanes tidak disambut dan dihormati sebagai nabi Eliayang kembali, melainkan sebagai seorang perusuh yang berani mengeritik penguasa.

Mereka gagal mengenal Elia baru ini, dan akan gagal mengenal Yesus sebagai Mesias.

(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, Yayasan Pustaka Nusatama Yogyakarta)

Advertisements
%d bloggers like this: