Renungan harian 14 Desember 2012-ketika kita sedang hidup dalam situasi dosa, kita selalu punya kecenderungan untuk menolak Yesus dan ajaran-ajaran-Nya

IMG_1213Jumat, 14 Desember 2012
Pekan Adven II

Pw St. Yohanes dr Salib, ImPujG. (P)
St. Venantius Fortunatus; St. Spiridion

 
Yes 48:17-19,
Mzm 1:1-2,3,4,6,
Mat 11:16-19

Bacaan Injil    : Mat. 11:16–19

”Dengan apakah akan Kuumpama­kan angkatan ini? Mereka itu seum­pa­ma anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”

Renungan
Yohanes Pembaptis yang mengajak berpuasa, dianggap orang kerasukan setan. Sedangkan Yesus yang selalu makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa, dianggap sebagai pelahap dan peminum. Orang yang degil hatinya selalu punya kalimat untuk menyangkal semua pewartaan iman dengan berbagai dalih.

Betapa banyak orang zaman sekarang yang tidak lagi menghadiri misa hari Minggu dengan berbagai alasan: khotbah kurang menarik, lagunya kurang menyentuh, sibuk urusan pekerjaan, atau alasan acara keluarga. Atau banyak orang juga menolak diajak hadir dalam pertemuan lingkungan juga dengan alasan yang senada.

Banyak orang yang menutup diri terhadap segala hal kerohanian dan mencoba memberikan banyak dalih, sebenarnya memiliki alasan lain yang lebih mendasar. Hal ini terlihat pada teks berikutnya dimana Yesus mengecam sebuah kota karena walaupun Yesus melakukan banyak mukjizat, tetapi kota itu tidak mau bertobat. Hal ini menegaskan bahwa ketika kita sedang hidup dalam situasi dosa, kita selalu punya kecenderungan untuk menolak Yesus dan ajaran-ajaran-Nya. Maka, berbagai dalih yang terungkap sebenarnya hanyalah untuk menutupi kedosaan kita.

Sebagai contoh, seorang anak yang sedang kecanduan bermain online games atau lmembuka website-website terlarang, akan punya kecenderungan untuk menolak ketika orangtuanya mengajaknya ke gereja, makan bersama, mengunjungi sanak keluarga atau kegiatan lainnya. Mengapa? Anak ini sedang memiliki dunianya sendiri yang membuat ia kecanduan dan mendapatkan kenikmatannya. Atau, sebuah kantor dimana sebagian besar karyawannya terlibat korupsi, akan menolak orang baru yang datang dan ingin bertindak jujur dan benar. Mereka akan beramai-ramai berkata ”kamu sok suci” dan memojokkan orang jujur ini sampai akhirnya tersingkir.

”Tata rahmat” selalu bertempur dengan ”tata dosa” dalam kehidupan ini. Pertanyaannya adalah kita berada di pihak yang mana? Sejauah mana kita setia berdiri dalam barisan panji Kristus dan bukannya berpindah ke barisan membela kekuatan roh jahat dengan berbagai dalih.

Doa: Ya Tuhan, betapa sering aku memiliki sejuta alasan untuk menolak undangan-Mu untuk bertobat dan hidup benar. Mampukan aku untuk berbalik dan bertobat mengikuti kehendak-Mu. Amin.

Sumber : ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: