Renungan harian 11 Desember 2012-“Bapamu yang di Surga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang”

IMG_1213Selasa, 11 Desember 2012
Pekan Adven II (U)
St. Damasus, Paus

Yes 40:1-11,
Mzm 96:1-2,3,10ac,11-12,13,
Mat 18:12-14
Bacaan Injil    : Mat. 18:12–14

”Bagaimana pendapatmu? Jika se­orang mempunyai seratus ekor dom­ba, dan seekor di antaranya sesat, tidak­kah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu daripada atas yang kesem­bilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di Surga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.”

Renungan
Berdasarkan pertimbangan ekonomi, perumpamaan ini pasti dianggap suatu kebodohan atau tidak masuk akal. Bagaimana mungkin meninggalkan yang 99 ekor domba berkualitas baik demi 1 ekor domba berkualitas buruk? Dalam dunia bisnis pasti lebih baik memecat 1 orang karyawan yang berperilaku buruk daripada memengaruhi 99 karyawan yang berkualitas baik. Betapa sulit mencintai murid yang nakal dan bodoh di kelas. Para guru lebih bahagia memiliki murid yang pandai dan berkelakuan baik. Betapa sering orang tua tanpa sadar melakukan tindakan pilih kasih dengan lebih sayang kepada anak yang berbakat dan pandai, ketimbang anak yang memiliki banyak keterbatasan.
Tentu secara perhitungan rasional, apa yang dilakukan oleh gembala itu pastilah bukan sesuatu yang benar. Namun, konteks Injil ini adalah tentang karakter Allah Bapa yang menghendaki keselamatan bagi semua orang, termasuk yang dianggap sebagai pendosa dan disingkirkan oleh masyarakat. Perumpamaan ini ingin mempertegas visi dan misi Yesus datang ke dunia ini, yaitu mewartakan Kerajaan Surga sudah dekat. Yesus datang ingin mewartakan kabar baik kepada mereka yang sakit, berdosa, miskin, tersingkir dan tertindas. Maka, satu ekor domba yang sedang berada dalam situasi gelap menjadi sangat berharga di mata-Nya.
Semua pengikut Yesus, dalam setiap dimensi hidupnya, entah dalam keluarga, pekerjaan, masyarakat dan Gereja dipanggil untuk melakukan hal yang sama dengan memberi perhatian kepada orang-orang yang dianggap lemah, miskin, tersingkir, dianggap hina, berdosa, dan lain sebagainya. Mari kita temani mereka untuk mendapat rahmat keselamatan yang ditawarkan oleh Tuhan kepada siapa pun. Kebahagiaan kita akan berlipat ganda bila berhasil mengantar mereka memperoleh masa depan yang cerah, hidup yang lebih baik, dan menemukan jalan keselamatan.
Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau sudah menyelamatkan aku dan sesamaku, domba-domba yang sering tersesat ini. Bukalah hatiku agar aku pun mampu memiliki hati seperti Sang Gembala Baik yang berpihak kepada domba yang sedang sakit dan ter­sesat. Mampukan aku untuk menghantar mereka pada terang keselamatan. Amin.

Sumber : Ziarah Batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: