Renungan harian 9 Desember 2012- Pertobatan tidak bisa hanya dipahami sebagai pengakuan dosa, namun lebih sebagai suatu metanoia (bhs. Yunani) yang artinya pembalikan hidup menuju Tuhan

IMG_1213Minggu, 9 Desember 2012
Pekan ADVEN II (U)
St. Fransiskus Antonius; St. Petrus Fourier;
St. Abel (anak Adam & Hawa); B. Bernardus Maria Silvestrelli

 

Bar 5:1-9,
Mzm 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6,
Flp 1:4-6,8-11,
Luk 3:1-6
Bacaan Injil    : Luk. 3:1–6

Dalam tahun kelima belas dari peme­rin­tahan Kaisar Tiberius, ketika Pon­tius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun. Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: ”Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu, seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.”

Renungan
Tokoh sentral dalam Kitab Suci menjelang kedatangan Yesus, selain Yusuf dan Maria, adalah Yohanes Pembaptis. Beberapa kualitas hidup yang dapat kita refleksikan terkait dengan pribadi istimewa ini adalah: (1) kerendahan hatinya; (2) kesederhanaan hidupnya, dan (3) se­ruan­nya yang keras agar manusia bertobat sebelum menyambut kedatangan Sang Mesias.
Popularitas Yohanes Pembaptis saat itu sangatlah luar biasa. Ia memiliki banyak pengikut yang meminta dibaptis olehnya. Banyak orang mengira bahwa dialah Mesias yang dijanjikan oleh Tuhan. Akan tetapi, dengan tegas Yohanes menyatakan, ”membuka tali kasutnya pun aku tidak pantas”. Yohanes menyadari siapa dirinya. Kerendahan hati merupakan suatu keutamaan yang sangat istimewa harus kita teladani dari dia.
Yohanes pembaptis mengajak kita untuk masuk ke padang gurun, suatu tempat yang gersang, namun di sanalah kita akan menemukan Tuhan. Godaan terbesar bagi manusia modern zaman sekarang adalah hidup yang dikelilingi oleh aneka kenikmatan dan kemudahan. Kita takut untuk memasuki suatu situasi ‘padang gurun’. Padahal banyak kenikmatan duniawi justru menjadi tempat yang subur bagi manusia untuk digoda oleh roh jahat. Yohanes mengajak kita untuk hidup sederhana/ugahari agar sungguh merasakan kehadiran Tuhan.
Pertobatan menjadi syarat utama bagi kita untuk menyambut kedatangan Tuhan. Pertobatan tidak bisa hanya dipahami sebagai pengakuan dosa, namun lebih sebagai suatu metanoia (bhs. Yunani) yang artinya pembalikan hidup menuju Tuhan. Pertobatan berarti, kita berbalik arah dari yang tadinya berjalan dalam kegelapan, sekarang menuju jalan terang kepada Tuhan. Metanoia menuntut suatu perubahan radikal.
Ya Tuhan, bukalah hatiku untuk berani meninggalkan manusia lamaku dan menjadi manusia baru. Buatlah aku berani mengakui kedosaanku dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi agar aku siap menyambut kedatangan Yesus Putra-Mu. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: