Renungan harian 8 Desember 2012-Hari Raya Maria yang Dikandung Tanpa Noda Dosa

IMG_1213Sabtu, 8 Desember 2012
HARI RAYA SP MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA (P)

 

Kej 3:9-15,20,
Mzm 98:1,2-3ab,3bc-4,
Ef 1:3-6,11-12,
Luk 1:26-38
Bacaan Injil    : Luk. 1:26–38

Dalam bulan yang keenam Allah me­nyu­ruh Malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: ”Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: ”Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu: ”Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: ”Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Kata Maria: ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Renungan
Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Maria yang Dikandung Tanpa Noda Dosa. Tentang gelar ‘Maria yang dikandung tanpa Noda Dosa’ kerap kita salah memahami. Kita berpikir tentang Yesus yang dikandung secara suci dalam rahim Maria. Hal ini keliru. Gelar ini ingin mengungkap bagaimana Maria dipersiapkan untuk menjadi ibu Yesus, Sang Mesias, sehingga Maria memang suci sejak awal atau sejak dalam kandungan. Maria tidak memiliki dosa apa pun termasuk dosa asal, agar ia pantas menjadi Bunda Yesus. Paus Yohanes Paulus II mengungkap pemikirannya tentang Dosa Asal dalam Audiensi Generale pada 1 Oktober 1986: ”Dosa asal adalah suatu hambatan untuk memiliki rahmat yang memuaskan, karena kejatuhan dosa leluhur pertama kita, yaitu Adam dan Hawa, sehingga menggeser tujuan mulia hidup manusia. Namun, Perawan Suci Maria terbebas dari semua itu karena posisinya yang istimewa.”
Tidak ada manusia manapun yang memiliki kedekatan yang lebih erat dengan Yesus kecuali Maria, karena secara fisik Maria bersatu dengan Yesus sejak awal mula. Maria menjadi teladan beriman bagi kita karena dalam dirinyalah kita menemukan figur kesucian, kedekatan relasi dengan Yesus, sikap ketaatan yang total sebagai hamba Tuhan dan kesetiaan mengikuti Yesus hingga di bawah kayu salib. Sudahkah kita meneladan iman yang dimiliki oleh Maria?
Ya Tuhan, buatlah aku mampu berkata seperti Bunda Maria: ”aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu”. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: