Renungan harian 2 November 2012-“Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia”

Renungan harianMinggu, 2 Desember 2012
Minggu ADVEN I (U)
Sta. Bibiana; B. Maria Angela Astorch;
St. Edmund Campion; St. Robertus Southwell

 

Yer 33:14-16,
Mzm 25:4-5ab,8-9,10,14,
1Tes 3:12-4:2,
Luk 21:25-28,34-36
Bacaan Injil    : Luk. 21:25–28.34–36

”Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bang­kitlah dan angkatlah mukamu, sebab penye­lamatanmu sudah dekat. Jagalah dirimu, supa­ya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kema­bukan serta kepentingan-kepentingan dunia­wi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

Renungan
Film ”2012” yang mengejutkan beberapa tahun yang lalu menimbulkan kontroversi di kalangan banyak orang, termasuk orang Katolik, benarkah dunia ini akan berakhir pada tahun 2012. Sadarilah bahwa pada saat kita membaca ini, kita sedang berada di tahun 2012. Dan kita masih hidup di dunia ini sampai sekarang.
Sepanjang sejarah, ada banyak orang ”sok tahu” yang merasa mendapat ”wangsit” atau pewahyuan pribadi bahwa pada tanggal, bulan, dan tahun ”X” akan terjadi hari kiamat. Isu tentang hari kiamat kerap menyita perhatian banyak orang. Namun, biasanya ada dua sikap terkait hal ini: (1) secara naïf percaya 100% atas ramalan itu dan dilanjutkan dengan melakukan hal-hal ekstrem yang kurang masuk akal; (2) tidak peduli dan dengan cepat mengatakan bahwa semua ramalan itu hanyalah isapan jempol belaka. Bagaimana seharusnya seorang Kristiani bersikap secara benar?
Kiranya kita semua sudah sangat tahu tentang prinsip ajaran Gereja tentang hal ini, yaitu bahwa semua hal terkait dengan perkara akhir zaman adalah bagian dari misteri Allah yang tak terselami. Bahkan Yesus pun berkata, ”Hanya Bapa yang mengetahui, Putra pun tidak mengetahuinya”. Atas dasar inilah sikap yang tepat adalah: (1) tidak mudah percaya dan tidak ikut panik karena semua isu akhir zaman tersebut; (2) memandang bahwa semua hal itu bisa terjadi setiap saat, sehingga jalan paling baik adalah mempersiapkan diri seakan-akan semua akan terjadi tidak lama lagi. Hal ini akan membuat kita mampu menata hidup harian kita sesuai dengan kehendak Tuhan. Hanya orang-orang yang sedang hidup dalam keadaan ”tidak siap” dan ”jauh dari Tuhan” akan mengalami ketakutan, kebingungan, dan kecemasan. Tetapi, orang yang mempersiapkan diri dengan baik akan menyambutnya dengan tenang dan menikmati kegembiraan rohani.
Ya Tuhan, berilah aku rahmat-Mu untuk menata hari-hari hidupku sesuai kehendak-Mu sehingga aku selalu siap menyambut kedatangan-Mu dalam hidupku. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: