Renungan harian 1 Desember 2012-“Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.”

Renungan harianSabtu, 1 Desember 2012
Pekan Biasa XXXIV
Pw B. Dionisius dan Redemptus, Mrt. Indonesia (M)
St. Eligius; St. Adrianus dan Sta. Natalia

Why 22:1-7,
Mzm 95:1-2,3-5,6-7,
Luk 21:34-36
Bacaan Injil    : Luk. 21:34–36

”Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

Renungan
Menurut sebuah dongeng, di negeri India, ada sebuah cara untuk menjebak monyet. Orang-orang yang akan menangkap monyet membuat sebuah kotak dengan diberi lubang pas sebesar pergelangan tangan si monyet. Kotak itu diisi dengan kacang, yang merupakan makanan kesukaan monyet. Lalu orang-orang tersebut bersembunyi dan kotak jebakan itu diletakkan di tempat terbuka. Monyet pun datang dan memasukkan tangannya ke dalam kotak. Karena menginginkan kacang sumber kegembiraan hidupnya, si monyet menggenggam kacang sebanyak-banyaknya. Pada saat itulah si penjebak keluar dari persembunyiannya dan membawa pentungan untuk memukul si monyet. Dasar monyet bodoh, ia tidak mau melepaskan genggaman kacangnya, sehingga akibatnya tangannya tersangkut di lobang itu. Alhasil, dengan mudah orang-orang itu memukul mati monyet yang rakus akan kacang karena tidak mau melepaskannya.
Jangan-jangan kita kerap kali berperilaku seperti monyet itu. Ketika kita mendapatkan sesuatu yang secara duniawi membuat kita bahagia dan nikmat, kita tidak mau melepaskan itu. Padahal pada momen itulah sebetulnya roh jahat dengan kemampuannya yang luar biasa menjebak manusia, sedang mengintai kita untuk menjauhkan kita dari Allah. Injil hari ini mengingatkan kita tentang ”hari Tuhan” dimana kita akan dimintai pertanggungjawaban atas semua perilaku hidup kita di dunia. Persoalannya adalah sejauh mana kita berdiri di pihak Tuhan dengan seluruh ajaran-Nya. Atau jangan-jangan kita lebih banyak berada di pihak roh jahat yang menawarkan segala bentuk kenikmatan dunia dengan segala bentuknya. Tubuh duniawi kita kerap menjadi pintu masuk paling mudah yang digunakan roh jahat untuk menawarkan godaannya. Apa yang perlu dilakukan? Jalan satu-satunya bagi ”si monyet” agar selamat adalah melepaskan kacang tersebut. Demikian juga kita manusia membutuhkan kemampuan untuk ”lepas bebas” terhadap kenikmatan dunia yang akan membawa kita pada kesengsaraan abadi.
Ya Tuhan, berilah aku keberanian untuk memiliki sikap lepas bebas terhadap segala godaan dunia. Mampukan aku untuk selalu berada pada jalan yang sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.
Sumber : Ziarah Batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: