Renungan harian 29 November 2012- Akhir Zaman

Kamis, 29 November 2012
Pekan Biasa XXXIV (H)

 

Fredericus dr Regensburg

 

Why 18:1-2,21-23, 19:1-3,9a,
Mzm 100:2,3,4,5,
Luk 21:20-28
Bacaan Injil    : Luk. 21:20–28

”Apabila kamu melihat Yerusalem dike­pung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kese­sakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu. Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”

Renungan
Menjelang akhir tahun 2010, di bioskop-bioskop negeri ini  ditayangkan film “2012” tentang kiamat-akhir zaman. Banyak yang protes atas tayangan di layar lebar karena menakutkan, tetapi banyak orang suka sekali menonton film “2012”. Orang ingin tahu imaginasi pembuat film itu tentang akhir zaman. Setelah nonton, banyak orang menjadi cemas dan gelisah membayangkan peristiwa yang akan terjadi. ada yang mengatakn “Ah, itu cuma film”. Ada yang belajar sesuatu dari film itu. Mereka mengatakan, “sedia payung sebelum hujan”.

Akhir zaman adalah misteri dalams ejarah hidup kita. Kapan terjadi, tidak seorang pun tahu. Allah yang punya bumi dan punya kuasa, mau menunjukkan kuasaNya. Anak Manusia akan datang di dalam awan dan saat itu terjadi ‘penyelamatn abadi’. Tuhan menyapa kita setiap saat: “Ia datang saat kematian. Ia datang dalam Ekaristi. Ia menyapa kita setiap saat dalam peristiwa-peristiwa hidup harian”. Karena Yesus mengajar kita untuk peka membaca dan menangkap maksud dan kehendak Allah yang hadir dalam peristiwa-peristiwa hidup, dalam diri sesama di sekitar kita.Sementara kita menanti dan menjalankan hidup, kita perlu memperbaharui diri dan sikap iman kita setiap saat dan berbuat baik kepada sesama manusia.

Sabda Tuhan tetap relevan bagi hidup kita dan tuntutanNya menjadi pedoman arah hidup kita, sehingga kita tetap berjalan di jalan yang benar. Jadilah mulut Tuhan untuk mewartakan Sabda KeselamatanNya kepada orang lain dengan sukacita agar berjalan dalam terang kasih Tuhan.

Sumber : Berjalan bersama Sang Sabda 2012

Advertisements
%d bloggers like this: