Renungan harian 25 November 2012-“Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.”

Minggu, 25 November 2012
Hari RAYA Kristus Raja Semesta Alam (P)
Sta. Katarina dr Aleksandria;
B. Elisabet dr Reute

Dan 7:13-14,
Mzm 93:1ab,1c-2,5,
Why 1: 5-8,
Yoh 18:33b-37
Bacaan Injil    : Yoh. 18:33b–37

Maka kembalilah Pilatus ke da­lam gedung pengadilan, lalu me­­mang­gil Yesus dan bertanya ke­pa­da-Nya: “Engkau inikah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus: “Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?” Kata Pilatus: “Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?” Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.” Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.”

Renungan
Seorang yang sangat berpengaruh besar dalam dunianya sering disebut sebagai raja. Maka ada raja dangdut, raja minyak, raja musik pop, dan entah apa lagi. Di hadapan seorang raja akan muncul reaksi spontan dalam bentuk kekaguman, pengakuan, pemuliaan. Kristus tentu jauh lebih tinggi tak tertandingi sebagai seorang raja. Ia adalah raja semesta alam. Namun demikian, kekuasaan-Nya sebagai sebagai raja besar tidaklah digunakan untuk membinasakan, melainkan untuk memberi hidup.
Kemampuan kita untuk mengakui Dia akan diuji. Adakah kita jujur mengakui kekuasaan-Nya yang tak terbatas yang menyentuh tiap sisi dan bagian terkecil diri kita? Jika tidak, seruan kita untuk memuliakan Dia hanyalah seruan kosong. Ironisnya, lebih mudah bagi kita untuk mengagumi seorang manusia lain yang telah kita nobatkan sebagai raja kita. Kita sulit mengakui kekuasaan tak terbatas Kristus sebagai raja, karena diam-diam kita sendiri ingin berkuasa seperti raja untuk menentukan hidup kita sendiri.
Yesus, Engkaulah Raja Semesta Alam yang berpakaian kemegahan. Kepada-Mu aku tunduk dan berserah. Jadikan aku suara kebenaran-Mu di dunia. Amin.

Sumber : Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: