Renungan harian 23 November 2012-”Ada ter­tulis: Rumah-Ku adalah ru­mah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penya­mun.”

Jumat, 23 November 2012
Pekan Biasa XXXIII (H)
St. Klemens I, Paus; St. Kolumbanus;
B. Mikhael Agustinus Pro

 

Why. 10:8-11;
Mzm. 119:14,24,72,103,111,131;
Luk. 19:45-48

Bacaan Injil    : Luk. 19:45–48

Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mu­lailah Ia mengusir semua pe­da­gang di situ, kata-Nya kepada me­reka: ”Ada ter­tulis: Rumah-Ku adalah ru­mah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penya­mun.” Tiap-tiap hari Ia mengajar di da­lam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bang­sa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus mela­ku­kannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepa­da-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

Renungan
Obat yang mujarab biasanya pahit rasanya. Makanan yang enak biasanya berbahaya bagi kesehatan. Sabda Tuhan yang ditawarkan kepada kita memang terasa manis di mulut, tetapi pahit di perut. Artinya, Tuhan menyejukkan kita saat kita menerima kebenaran dari-Nya, tetapi kita akan merasakan sakitnya ketika kita harus menceritakannya kepada orang lain. Kita akan ditolak dan dilecehkan. Namun demikian, kita tidak bisa menyerah. Tuhan memberi kepercayaan besar kepada kita untuk terus bercerita tentang Dia.
Dengan hidup benar, kita bisa menyebarkan kebenaran Tuhan itu secara lebih meyakinkan. Sayangnya, mudahlah bagi kita untuk berkata-kata indah, tetapi lupa melakukannya sendiri dalam hidup kita. Kita mengakui diri sebagai pengikut Yesus, tetapi kita enggan membersihkan diri kita dari segala hal yang bertentangan dengan Yesus. Sungguhkah kita sepenuhnya terpikat pada Yesus? Jangan-jangan hanya otak dan pikiran kita yang terpikat, tetapi hati kita terkunci rapat.
Yesus, aku berserah pada-Mu. Berilah aku keberanian untuk berpegang teguh pada janji-janji-Mu. Jadikan hidupku sebuah cerita indah tentang Engkau. Amin.
Sumber : Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: