Renungan harian 19 November 2012-”Apa yang kaukehendaki supaya Aku per­­buat bagimu?”

Senin, 19 November 2012
Pekan Biasa XXXIII (H)
Sta. Mechtildis; Sta. Agnes dr Assisi;
St. Rafael dr Yosef Kalinowski

Why 1:1-4, 2:1-5a,
Mzm 1:1-2,3,4,6,
Luk 18:35-43
Bacaan Injil    : Luk. 18:35–43

Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: ”Apa itu?” Kata orang ke­pa­danya: ”Yesus orang Nazaret lewat.” Lalu ia ber­seru: ”Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Maka mereka, yang berjalan di depan, me­ne­gor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: ”Anak Daud, kasihanilah aku!” Lalu Yesus berhenti dan menyuruh mem­bawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah ber­­ada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepa­da­­­nya: ”Apa yang kaukehendaki supaya Aku per­­buat bagimu?” Jawab orang itu: ”Tuhan, supaya aku dapat melihat!” Lalu kata Yesus ke­pa­da­nya: ”Melihatlah engkau, imanmu telah menye­­lamatkan engkau!” Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memu­liakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

Renungan
Suatu ketika saya menelepon seorang bapak, aktivis gereja yang baru saja sakit, ingin tahu keadaannya. Ketika saya menelepon dia dan memperkenalkan diri bahwa saya Romo, dia menjawab, “Apa yang bisa saya bantu?” Mendengar jawaban itu, di satu sisi saya senang, tetapi di sisi lain saya kurang senang. Saya kurang senang karena seolah-olah kalau saya menelepon, saya membutuhkan dia untuk mengerjakan sesuatu. Padahal saya hanya mau mendengar kabar kesehatannya. Di sisi lain saya senang, dia tipe orang yang selalu siap sedia untuk melakukan sesuatu demi kepentingan orang lain.

Jawaban itu juga kita dengar dari Yesus. Ketika orang yang sakit itu mendengar suara Yesus, mereka berteriak-teriak memanggil Yesus. Yesus yang mendengarnya, menjawab, “Apa yang kau inginkan Kuperbuat bagimu?” Yesus memberi perhatian pada orang itu lalu menanggapi apa yang diinginkannya. Ia lalu menyembuhkan orang itu. Melihat dirinya sembuh, sangat bersuka citalah orang itu dan memuji Allah.

Yesus mengharapkan semakin banyak orang yang ringan tangan dan penuh perhatian membantu orang lain. Walaupun dirinya sibuk, tetapi selalu ada ruang dan waktu untuk mengulurkan tangan dan membantu orang lain. Hidup ini bukan untuk diri sendiri tetapi juga untuk sesama yang membutuhkan perhatian.

(Renungan Harian Mutiara Iman 2012, Yayasan Pustaka Nusatama, Yogyakarta)

Advertisements
%d bloggers like this: