Renungan harian 16 November 2012-“yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan”

Jumat, 16 November 2012
Pekan Biasa XXXII (H)
Sta. Margarita dr Skotlandia; St. Rochus Gonzales;
St. Yohanes de Castillo; St. Alphonsus Rodrigues; Sta. Getrudis dr Hefta

2Yoh 4-9,
Mzm 119:1,2,10,11,17,18,
Luk 17:26-37

Bacaan Injil    : Luk. 17:26–37

”Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dika­winkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barang siapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali.

Ingatlah akan istri Lot! Barang siapa ber-usaha memelihara nyawanya, ia akan kehi­lang­an nyawanya, dan barang siapa kehilangan nya­wa­­nya, ia akan menyelamatkannya. Aku ber­kata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.” [Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.] Kata mereka kepada Yesus: ”Di mana, Tuhan?” Kata-Nya kepada mereka: ”Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar.”

Renungan
Banyak pengkhotbah ulung yang bermunculan. Dengan gaya bicara dan volume suara yang khas, masing-masing dari mereka bisa menarik banyak pengikut. Tidak sedikit dari mereka lihai memotong-motong bagian Kitab Suci yang mendukung argumen mereka. Akibatnya banyak orang ikut disesatkan. Maka akhirnya hanya ada satu ukuran: seberapa besar kasih yang dimiliki dan secara tulus diperlihatkan oleh para pengajar itu. Orang yang sungguh menaati perintah Tuhan pasti akan tinggal di dalam kasih.

Tuhan Yesus yang diwartakan itu memang penuh kasih. Namun demikian, kasih juga memuat sebuah tuntutan. Orang yang mengasihi Tuhan diajak untuk selalu siap sedia, karena akan datang saatnya ketika Tuhan datang kembali secara tiba-tiba. Bila kita tidak bertobat sekarang, dan sungguh mengusahakan hidup yang lebih baik dengan bantuan rahmat Tuhan, mungkin kita akan terlambat. Tidak akan ada banyak artinya jika kita masih terus berpikir untuk menjadi baik kelak di kemudian hari saja, bukan sekarang.

Doa: Yesus, Engkau tahu betapa sering kali tidak mudah untuk tinggal dalam kasih-Mu. Berilah aku keberanian untuk setia dalam melakukan kehendak-Mu. Amin.
Sumber ; Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: