Renungan harian 13 November 2012-“apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: kami hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya mau melakukan apa yang harus kami lakukan”

Selasa, 13 November 2012
Pekan Biasa XXXII (H)
St. Stanislaus Kostka; St. Didakus; Sta. Fransiska Xaveria Cabrini;
St. Aloisius Versiglia dan St. Callistus Caravario; B. Engenius Bossilkov

 

 

Tit 2:1-8,11-14,
Mzm 37:3-4,18,23,27,29,
Luk 17:7-10
Bacaan Injil    : Luk. 17:7–10

”Siapa di antara kamu yang mempu­nyai seorang hamba yang memba­jak atau menggembalakan ternak bagi­nya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! Bukan­kah sebaliknya ia akan berkata kepada ham­ba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah ping­gang­mu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah mela­ku­kan apa yang ditugaskan kepadanya? Demi­kian jugalah kamu. Apabila kamu telah mela­ku­kan segala sesuatu yang ditugaskan kepa­damu, hendaklah kamu berkata: Kami ada­lah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

Renungan

Kesetiaan dan kerendahan hati dalam menjalankan tugas dan pekerjaan, menjadi salah satu nilai yang mendapat perhatian dari Yesus dalam pengajaran-Nya. Yesus mengatakan “apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: kami hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya mau melakukan apa yang harus kami lakukan”.

Dalam konteks ini, Yesus mengajarkan suatu sikap batin yang benar dalam menjalankan tugas atau tanggung jwab yang dipercayakan bagi kita. Yesus menekankan “kerendahan hati” sebagai sikap dasar yang harus melekat pada kita saat menjalankan semua tugas dan pekerjaan. Sikap ini membantu kita untuk tidak sombong dan merendahkan orang lain.

Setiap hari, kita bekerja dan melayani untuk bisa memberi arti kepada hidup dan untuk dapat membuat hidup sejahtera. Dalam bekerja dan melayani, ada struktur dan aturan-aturan yang memang harus ditaati agar semua sistem kerja dan melayani dapat berjalan dengan baik. Namun, ketika menjalankan fungsi dan tugas kita, sebagai para pengikut Kristus, kita memiliki “etika kerendahan hati”, sehingga kita tidak menjadi sombong dan lalu menganggap rendah orang lain.

Sumber : Berjalan bersama Sang Sabda 2012

Advertisements
%d bloggers like this: