Rekoleksi “Ekaristi dan Keheningan”

Romo Cyprianus Verbeek O. Carm no.2 dari kiri

“Kita butuh keheningan untuk menangkap , meresapkan firman melalui bacaan dalam Ekaristi  dan homili yang disampaikan oleh imam , agar Firman teresebut menyentuh hati, pikiran kita dan mengubah kita

Demikian  ujar  Rm.  Cyprianus Verbeek O. Carm  dalam Rekoleksi “Ekaristi dan Keheningan”.

Rekoleksi  diadakan pada hari Sabtu tanggal 3 November  mulai jam 9.00  sd 13.00  di R. Gregorius dihadiri sekitar 90 orang

Rekoleksi dibuka oleh Romo Anton,   dilanjutkan  penjelasan Romo Cyprianus Verbeek mengenai Ekaristi dan Keheningan , selanjutanya Pak Edhi memberikan presentasi Meditasi Kristiani di tutup dan pelatihan meditasi..Beberapapenjelasan Romo Cyprianus yang menarik, kita sering mendengar  tetapi  tidak mendengarkan. Banyak pertengkaran  terjadi Karena kedua belah pihak tidak mendengarkan.

Dalam mengikuti Ekaristi, kita perlu mendengarkan, dengan keheningan sehingga meresap dalam hati kita  dimana hati kita  bagaikan lahan yang subur bagi  benih Firman  tumbuh dalam hati kita dengan baik  dan mengubahhidup  kita sehingga kehidupan kita menjadi Kehidupan Kristiani.

Romo juga mengupas bagaimana hendaknya kita  mengikuti prosesi Ekaristi, hening , mendengarkan bacaan, ,masmur antar bacaan, homily dan mengucapkan syahadat para Rasul,   Romo  menyatakan dengan mengucapkan syahadat para Rasul ada konsekuensi yang perlu kita ikuti.

Romo Cyprianus  menyatakan  melatih keheningan dengan  meditasi    bukan mengosongkan pikiran kita tetapi kita hendaknya mendengarkan Tuhan berbicara sehingga meditator  dapat berubah.

Pada sesion selanjutnya , Untuk melatih keheningan, Pak Edhi menjelaskan metode meditasi Kristiani, bagaimana  mengontrol agar pikiran kita tidak melayang layang  pada saat meditasi dengan  mengucapkan kata  “maranatha”  secara berulang. Ucapan tersebut bukan sebagai mantra  untuk menimbulkan keajaiban tetapi untuk mengontrol pikiran kita. Pak Ehi juga menyampaikan doa kita bagaikan roda besar yang berputar  untuk mendekatkan kitadengan Tuhan.

Dalam kesempatan itu, salah satu peserta bertanya, bagaimana mengentahui bahwa cara meditasi yang dilakukan sudah benar,  Pak Edhi menjelaskan itu dalam suatu cerita seorang guru berkata pada seorang murid nya tolong dorong suatu batu besar itu setiap hari, setelah berbulan bulan mendorong batu tersebut, sang murid kecewa dan kembali ke gurunya, Guru saya sudah mendorong batu itu berbulan-bulan, tetatpi batu itu tidak bergeser. Sang guru mengatakan, hai murid ku, aku tidak meyuruh engkau menggeser batu itu, tetapi aku hanya meminta  engkau mendorong batu itu, lihat lah sekarang tangan mu telah ber otot…

Pada bagian akhir sesi rekoleksi, semua peserta ikut bermeditasi, dimulai dengan mengerakkan tubuh untuk relaksasi , diiringi musik dan   lampu dipadamkan , semua duduk hening, setalah 3 menit musik  dihentikan , 10 menit kemudian musik dibunyikan lagi dan meditasi selesai.

Peserta dalam keadaan hening

Video Meditasi
Romo Cyprianus Verbeek O. Carm ,  seorang Romo dari Ordo karmelit  lahir tahun 1928, penulis dan penterjemah lebih dari 20 buku, antara lain doa singkat dan doa hening, doa dan mengenal diri,meditasi dan hidup imamat.Sekarang Petapa komtemplatif berdomisili diMalang, Patron komunitas  Meditasi Kristiani Indonesia ,Pembimbing Retreat dan seminar.
Tulisan Oleh BB/Wil. Clara
Advertisements
%d bloggers like this: