Doa Rosario yang menyelamatkan

Doa Rosario menyelamatkan pecandu narkoba

22/10/2012
Seorang biarawan Benediktin dan juga mantan pengguna narkoba kini sedang bekerja dengan para pecandu untuk menghentikan kebiasaan mereka, dengan bantuan doa Rosario.

Setiap  hari pukul 02.00 siang, sebuah kelompok yang terdiri dari 20 orang yang terkait masalah narkoba bergabung dengan Pastor Franciscus Xaverius Tran An OP untuk mendaraskan Rosario di kapel di Pusat Rehabilitasi Narkoba Huong Thien.

Pusat itu berlokasi di provinsi Quang Tri, yang dikenal secara nasional sebagai tempat doa Bunda Maria La Vang.

Sambil mendaraskan Rosario, kelompok warga tersebut duduk bersama dan dalam keheningan merenungkan pembacaan yang dibawakan oleh Pastor An.

Doa Rosario menyelamatkan pecandu narkoba thumbnail

Salah satu anggota dari kelompok itu, Simon Cao Van Ha, mengatakan ia mencoba untuk tetap fokus pada patung Bunda Maria sambil berdoa Rosario, meskipun matanya kabur, kurang tidur, dan sulit berkonsentrasi akibat mengkonsumsi obat-obatan terlarang tersebut.

Doa Rosario adalah sebuah praktek yang ia sudah tidak menjalankannya lagi selama 20 tahun. Tapi, kini dia mengatakan Rosario itu “membantu saya untuk mendekatkan diri dengan Tuhan dan merasakan kedamaian, pengampunan serta merasakan berkat-Nya dan Bunda Maria.”

Ha, yang menjadi seorang pecandu tahun 2008, mengakui bahwa ia telah mencuri barang-barang berharga dan telah mengancam atau melukai orang dalam rangka mendukung kebiasaannya. Akibatnya, ia dipenjara selama satu tahun.

“Sekarang saya selalu memegang seutas Rosario di tanganku sebagai pengganti pisau,” katanya.

 Dia telah mencoba untuk mengalahkan kebiasaan sebelumnya, namun tidak berhasil. Selama satu setengah tahun ia tinggal di sebuah pusat yang dikelola pemerintah di provinsi Ha Tinh, dengan biaya perawatan sebesar tiga juta dong (US$ 150) per bulan. “Tapi, saya tidak bisa menghindar dari obat-obat tersebut,” katanya, “karena obat-obat itu dijual di pusat itu.”

Dengan bimbingan Pastor An, rutinitas hariannya meliputi bacaan rohani, terapi latihan fisik, memasak dan merawat pohon bonsai. Kini ia memiliki berat badan  50 kg.
“Saya menderita,” katanya, “tapi ketika saya memiliki teman-teman di sini, Pastor An dan yang lain di sekitar saya. Mereka membimbing  saya dan berdoa untuk saya. Sekarang saya bisa mengontrol kehidupan saya sendiri.”

Seorang warga binaan lain, Etienne Nguyen Quang Dung telah berada di pusat itu selama dua bulan dan mengatakan doa-doa harian itu telah membuat pikirannya tenang. Ketika ia sembuh dan bebas dari narkoba, ia memutuskan bergabung dengan para Benediktin.

Pastor An, 42, mengikuti sebuah asosiasi Rosario dan merasa bahwa ia berutang banyak akibat perbuatannya. “Saya percaya Bunda Maria menyelamatkan saya setelah ibu saya berdoa Rosario selama 10 tahun, membuat saya meninggalkan narkoba,” katanya.

“Sekarang saya ingin menggunakan Rosario untuk menyelamatkan para pecandu narkoba lain yang ditinggalkan oleh keluarga mereka dan masyarakat.”

Selain menyediakan mereka dengan doa-doa, Pastor An mengalami tekanan hebat bagaimana mengajarkan warga bimbingannya memperlakukan sesamanya dengan rasa kemanusiaan dan hormat.

Sumber:http://indonesia.ucanews.com;  Swapping drugs for God in Vietnam

Advertisements
%d bloggers like this: