Renungan harian 26 Oktober 2012-“mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutus­kan sendiri apa yang benar? “

Jumat, 26 Oktober 2012
Pekan Biasa XXIX (H)
St. Lucianus dan Marcianus

 

Ef 4:1-6,
Mzm 24:1-2,3-4ab,5-6,
Luk 12:54-59
Bacaan Injil    : Luk. 12:54–59

Yesus berkata pula kepada orang banyak: ”Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang ter­jadi. Dan apabila kamu melihat angin sela­tan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutus­kan sendiri apa yang benar? Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, ber­usahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseret­nya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.”

Renungan
Kemampuan menilai tanda-tanda alam sangatlah penting. Kemampuan macam itu bisa membantu orang menentukan kapan sebuah kejadian akan terjadi. Di zaman Yesus, banyak orang bisa menafsirkan tanda-tanda alam. Disebutkan, ketika ada awan naik di sebelah barat, orang segera tahu bahwa akan segera turun hujan dan memang hujan itu sungguh turun. Demikian juga ketika ada angin selatan bertiup, orang segera tahu bahwa musim kering segera datang, dan memang sungguh datang. Kemampuan macam itu bukan monopoli orang-orang Yahudi saja. Di banyak budaya dan bangsa, penduduk setempat mempunyai kearifan lokal dalam membaca tanda-tanda alam.
Bagi Yesus, mempunyai kemampuan membaca tanda-tanda alam memang baik, tetapi belum cukup. Orang juga perlu memiliki kemampuan membaca tanda-tanda zaman. Kemampuan membaca tanda-tanda zaman adalah soal kepekaan membaca situasi konkret masyarakat dalam berbagai aspeknya. Dan tidak berhenti di situ saja. Kepekaan membaca tanda-tanda zaman juga kemudian disertai dengan usaha memakai segala pengetahuan itu untuk melakukan tindakan-tindakan yang baik dan benar. Maka, kalau sudah diketahui bahwa penyebab kemiskinan di suatu daerah adalah kurang adanya lapangan kerja, misalnya, maka masyarakat di situ perlu dibantu untuk menciptakan lapangan kerja baru yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Atau, lewat penelitian diketahui bahwa penyebab sakit di daerah kumuh itu adalah sistem pengairan yang buruk. Untuk mengatasi hal itu tentu perlu dibangun sistem penyediaan air bersih yang baik. Kemampuan kita dalam membaca tanda-tanda hendaknya diikuti langkah-langkah konkret yang membawa kabahagiaan dan keselamatan bagi banyak orang.
Tuhan, bukalah mata dan pikiranku agar aku mempunyai kepekaan terhadap situasi di sekitarku dan semoga berkat pengetahuan itu aku berani mengambil tindakan konkret. Amin.

Sumber  : Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: