Renungan harian 20 Oktober 2012-”Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manu­sia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barang siapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. “

Sabtu, 20 Oktober 2012
Pekan Biasa XXVIII (H)

Magdalena dr Nagasaki; B. Marie de la Passion;
Sta. Maria Bertilla Boscardin; Sta. Irene dr Portugal

 

Ef 1:15-23,
Mzm 8:2-3a,4-5,6-7,
Luk 12:8-12
Bacaan Injil    : Luk. 12:8–12

”Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manu­sia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barang siapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barang­ siapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu khawatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.”

Renungan
Dengan dalih kerendahan hati, orang Katolik kadang menyembunyikan kekatolikannya dari hadapan umum. Bahkan hanya untuk membuat tanda salib saja, kadang tidak berani. Bila dalam situasi yang biasa saja sudah seperti itu, bagaimana kalau situasinya lebih sulit atau dalam situasi terancam? Bisa-bisa bukan hanya menyembunyikan kekatolikannya. Lebih parah, dia malah bisa mengingkari kekatolikannya. Hari ini Yesus mengingatkan kita. Kalau kita tidak mengakui kekatolikan kita, artinya tidak mengakui Yesus sebagai Penyelamat kita di hadapan manusia, kita juga tidak akan diakui Yesus di dalam Kerajaan-Nya.

Pesan Yesus itu semoga menantang kita. Bangga menjadi Katolik itu perlu. Bagaimanapun situasinya, kita ditantang untuk menunjukkan identitas kekatolikan kita secara jelas. Bukan hanya dengan tanda-tanda lahiriah, misalnya dengan memakai kalung salib yang besar, tetapi terlebih lewat sikap hidup sehari-hari. Sikap hidup yang bisa ditunjukkan misalnya, suka membantu orang lain, cinta damai, mudah memaafkan, ramah kepada siapa saja, murah hati, dst. Dengan menunjukkan sikap-sikap macam itu, tidak berarti kita pamer, tetapi merupakan konsekuensi dari sebuah pilihan. Kalau sudah memilih menjadi Katolik, mengapa harus malu menunjukkan diri sebagai seorang Katolik sejati?

Doa: Tuhan, bantu aku agar berani menunjukkan identitas kekatolikanku kepada orang lain lewat perbuatan-perbuatan baik setiap hari. Amin.

Sumber ; Ziarah batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: