Renungan harian 19 Oktober 2012-“janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.”

Jumat, 19 Oktober 2012
Pekan Biasa XXVIII (H)
St. Paulus dr Salib; St. Petrus dr Alkantara;
St. Yohanes de Brebeuf dan Isaac Jogues

Ef 1:11-14,
Mzm 33:1-2,4-5,12-13,
Luk 12:1-7

Bacaan Injil : Luk. 12:1–7

Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: ”Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit.”

Renungan
Salah satu kata-kata Beato Yohanes Paulus II yang terkenal adalah, ”Jangan takut!” Dia sendiri menghidupi apa yang dikatakannya itu. Pada masa kepausannya, Beato ini tanpa takut melawan segala bentuk penjajahan, penindasan, pelanggaran hak-hak asasi manusia, dan terutama melawan komunisme. Berkat iman, cinta, dan ketekunannya, apa yang sebelumnya mustahil menjadi benar-benar terwujud. Komunisme di Rusia runtuh, demikian juga di Polandia dan Jerman Timur. Itu semua bisa terjadi karena dia dan banyak orang yang mendukungnya tidak takut.
Sebagai murid-murid Yesus, kita pun diajak untuk tidak takut. Yesus berkata, ”Hai sahabat-sahabatku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi”. Maka, bila harus memperjuangkan kebenaran, para murid Yesus hendaknya tidak takut. Roh Kudus akan membantu orang yang memperjuangkan kebenaran. Kalau toh harus takut, para murid Yesus hanya boleh takut kepada Tuhan. Karena hanya Tuhan saja yang bisa memasukkan orang ke surga atau ke neraka. Sementara kepada yang lain-lain, kita tidak perlu takut. Kita harus berani memperjuangkan apa yang diyakini sebagai kebenaran.
Doa: Tuhan, anugerailah aku keberanian agar aku tidak takut memperjuangkan kebenaran meskipun ada banyak tantangan dan gangguan. Amin.
Sumber ; Ziarah Batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: