Renungan harian 12 Oktober 2012-“Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu”

Jumat, 12 Oktober 2012
Pekan Biasa XXVII (H)
St. Serafinus dr Montegranaro;
St. Wilfridus; B. Maria Teresa Fasce

 

Gal 3:7-14,
Mzm 111:1-2,3-4,5-6,
Luk 11:15-26
Bacaan Injil    : Luk. 11:15–26

Tetapi ada di antara mereka yang ber­kata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.” Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.” “Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula.”

Renungan
Roh jahat terusir dari batin seseorag. Apakah persoalannya selesai? Tidak, langkah berikut adalah membentengi diri agar roh jahat itu tidak kembali. Dalam pengajaranNya di atas, Yesus menyebutnya sebagai roh yang kembali dan menemukan rumah yang telah ditinggalkannya itu bersih tersapu dan rapih teratur. Tapi rumah itu kosong. Maka ia pun dengan mudah masuk kembali, bahkan mengajak roh lain turut serta. Maka lebih buruklah keadaan orang itu.

Apa yang harus dilakukan? Batin manusia yang sudah dibebaskan dari roh jahat haruslah diisi dengan daya-daya rohani dari Tuhan. Ketika daya rohani itu ada, roh jahat yang kembali tidak menemukan rumah itu kosong, melainkan berpenghuni. Tak ada tempat bagi dia.

Mengisi daya rohani itu dapat kita lakukan lewat doa, teratur menerima sakramen (terutama Ekaristi dan pengakuan dosa) mendalami Kitab Suci dan melakukan karya-karya pelayanan. Disini kita meneguhkan daya ian kita. Waspadalah selalu pada iblis.

Sumber : Berjalan bersama Sang Sabda 2012

Advertisements
%d bloggers like this: