Renungan harian 11 Oktober 2012-“Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya

kamis, 11 Oktober 2012
Pekan Biasa XXVII (H)

Elia a Succursu Nieves

Gal 3:1-5,
MT Luk 1:69-70,71-72,73-75,
Luk 11:5-13
Bacaan Injil    : Luk. 11:5-13

Lalu kata-Nya kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,

sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;

masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.

Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.

Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?

Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

Renungan
Sahabatku Mateus dangat dekat dengan diriku. Jika ia memerlukan sesuatu ia tidak dapat mengatasi sendiri, ia tanpa ragu meminta bantuanku. Demikian juga sebaliknya. Sebagai calon imam tahun 80-an, kami mendapat uang saku senilai lima ratus rupiah sebulan. Sekali waktu ia menerima uang sakuku atas namaku. Karena ia sangat membutuhkan uang untuk membeli sesuatu, tanpa ragu ia memakainya. Malam hari ia hanya menyampaikan bahwa ia tadi menerima uang sakuku dan karena ia punya kebutuhan yang urgent, ia sudah memakainya. Teman-teman lain merasa heran, kok bisa ia memutuskan sendiri seperti itu. “Kalau Mateus yang melakukan, ia tidak ada niat menipuku”. kataku santai.

Sebagai umat Tuhan, bukankah kita dekat dengan Tuhan? Lalu apa yang menyebabkan kita segan dan lalai meminta bantuanNya kalau kita membutuhkan.  Adalah kedekatan kita dengan Tuhan. Yesus memberi gambaran di atas. Jika seorang sahabat saja mau memberikan sesuatu bagi sahabatnya, apakah Bapa Surgawi bisa mengabaikan anak-anakNya? Inilah yang sering tak disadari oleh banyak orang.

Rasa cinta Bapa itu hanya akan kita alami kalau kita membuka hati dan membiarkan DIA mencintai kita. Namun karena cinta Tuhan itu menuntut pembaharuan diri, kita segan memenuhinya. Jika demikian, apakah kita masih berhak menuntut pengabulan doa?

Sumber : Berjalan berjalan bersama Sabda 2012

Advertisements
%d bloggers like this: