Renungan harian 10 Oktober 2012-Tuhan, ajarlah kami berdoa

Rabu, 10 Oktober 2012
Pekan Biasa XXVII (H)
St. Daniel, dkk; St. Thomas dr Villanova;
St. Gregorius Penerang; St. Paulinus dr York

 

Gal 2:1-2,7-14,
Mzm 117:1,2,
Luk 11:1-4

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti ber­doa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: ”Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” Jawab Yesus kepada mereka: ”Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

Renungan
Apakah para murid Yesus tidak tahu berdoa? Sebagai anggota komunitas Yahudi, jelas mereka tahu berdoa, karena doa bersama di sinagoga merupakan tradisi umum. Maka permintaan  agar diajari berdoa disini lebih mengarah kepada permintaan untuk dituntun agar lebih mengenal secara personal pribadi Bapa yang memberi kekuatan kepada Yesus dalam banyak hal. Mereka juga pasti melihat, Ia sering berdoa seorang diri. Disana ada sebuah relasi mistik yang misterius dan masih tersembunyi. Dan yang diinginkan oleh para murid ialah bergerak ke bentuk doa yang lebih dalam dan efektif untuk mengenal pribadi Bapa surgawi.

Kendatipun pada tingkat yang paling dangkal, kita masing-masing sudah mempunyai betuk spiritualisme sendiri. Mungkin ada yang rajin berdoa, yang lain berdoa sesewaktu, yang lain malas dan bahkan tidak sama sekali.  Bertolak dari keadaan kita, kita pun perlu mohon kepada Tuhan, agar dituntun ke tepat yang lebih dalam. “Tuhan ajarilah kami berdoa”.

Sumber : Berjalan bersama Sang Sabda 2012

 

Advertisements
%d bloggers like this: