Renungan harian 5 Oktober 2012 -Ajakan Tuhan untuk bertobat dilakukan dengan berbagai cara

Jumat, 5 Oktober 2012
Pekan Biasa XXVI (H)
B. Eugenius Bossilkoff; B. Albertus Marvelli;
Sta. Anna Maria Gallo; B. Raymundus dr Kapua

 

Ayb 38:1,12-21, 39:36-38,
Mzm 139:1-3,7-8,9-10,13-14ab,
Luk 10:13-16

”Celakalah engkau Khorazim! Cela­ka­lah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Akan tetapi pada waktu peng­hakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Barang siapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barang siapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barang siapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”

Renungan
Ajakan Tuhan untuk bertobat dilakukan dengan berbagai cara. Kepada Ayub, Tuhan me­nyadarkannya lewat pergulatan batin mencari jawaban atas berbagai pertanyaan dalam hidupnya. Lewat pertanyaan-pertanyaan itu, Tuhan mau menunjukkan bahwa apa yang diketahui Ayub tidaklah banyak. Pengetahuan Ayub tidaklah sebanding dengan kebesaran Tuhan. Maka sebenarnya tidaklah pantas kalau Ayub protes terhadap apa yang dialaminya. Dengan cara yang berbeda Yesus berusaha mentobatkan para pendengar-Nya. Lewat sabda celaka itu Yesus mengajak pendengar-Nya untuk bertobat, untuk tidak tinggal tetap dalam dosa, karena hal itu tidak akan menyelamatkan.

Aneka cara yang dipakai Tuhan untuk mengajak manusia bertobat memperlihatkan betapa Tuhan sangat mencintai manusia. Karena cinta-Nya begitu besar, Tuhan tidak pernah bosan mengajak manusia untuk bertobat. Tuhan tidak pernah kekurangan akal dalam usaha mentobatkan manusia. Meskipun kadang cara yang dipakai kelihatannya keras, tetapi maksud-Nya jelas, yakni agar manusia mau bertobat. Bertobat berarti menyadari segala kelemahan, kedosaan, dan memperbaiki semua itu, lalu mengarahkan diri hanya kepada Tuhan. Kalau demikian, pada akhirnya manusia akan mendapatkan keselamatannya. Dan pada hari ini, melalui ucapan-ucapan keras-Nya, Tuhan juga sedang mengajak kita untuk bertobat kalau ingin selamat. Tuhan meminta jawaban kita segera. Sebab, waktunya sudah dekat. Jika tidak, bersiaplah mendapat celaka!

Doa: Tuhan, aku mengakui bahwa aku orang yang keras kepala, yang sering sulit mengakui segala kelemahan dan dosa. Buatlah aku senantiasa menyadari kelemahan-kelemahan itu lewat teladan hamba-Mu Ayub dan lewat Yesus Putra-Mu. Amin.

Sumber : Ziarah Batin 2012

Advertisements
%d bloggers like this: