Renungan harian 2 Oktober 2012-“Ingatlah, jangan menganggap rendah se­orang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku ber­kata kepadamu: Ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga”

Selasa, 2 Oktober 2012
Pekan Biasa XXVI
Pw Para Malaikat Pelindung (P)
St. Leger/Lutgar

 

Kel 23:20-23a,
Mzm 91:1-2,3-4,5-6,10-11,
Mat 18:1-5,10
Bacaan Injil    : Mat. 18:1–5.10

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: ”Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barang siapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barang siapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.

Selasa, 2 Oktober 2012
Pekan Biasa XXVI
Pw Para Malaikat Pelindung (P)
St. Leger/Lutgar

 

Kel 23:20-23a,
Mzm 91:1-2,3-4,5-6,10-11,
Mat 18:1-5,10
Bacaan Injil    : Mat. 18:1–5.10

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: ”Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barang siapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barang siapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ingatlah, jangan menganggap rendah se­orang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku ber­kata kepadamu: Ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”

Renungan
Banyak tokoh masyarakat dan orang-orang kaya mempunyai bodyguard, pengawal. Tugas setiap pengawal adalah melindungi tuannya dari segala ancaman dan bahaya, di mana pun tuannya berada. Mereka selalu waspada dan bekerja selama 24 jam nonstop. Karena tuntutan pekerjaan itu, para pengawal ini biasanya dilengkapi dengan kemampuan beladiri yang baik dan perlengkapan pertahanan yang memadai. Bahkan ada pengawal yang dilatih dan dituntut untuk mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan tuannya. Karena tuntutan pekerjaan yang penuh risiko itulah bayaran untuk mereka cukup tinggi sehingga tidak setiap orang bisa mempunyai pengawal. Hanya orang-orang berduit saja yang mempunyai pengawal pribadi.
Sungguhkah kita tidak mempunyai pengawal pribadi?! Sebenarnya tidak juga. Tuhan telah menyediakan pengawal pribadi untuk setiap orang, tapi sering orang tidak menyadarinya. Padahal pengawal itu diberikan gratis, tidak perlu membayar mereka. Pengawal pribadi itu biasa kita sebut malaikat pelindung. Hari inilah para pelindung itu dirayakan pestanya. Para malaikat pelindung bertugas melindungi kita dari yang jahat dan mendorong kita agar kita senantiasa berbuat yang baik. Dalam bacaan pertama, tugas itu dikatakan secara indah, ”Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan”. Tugas yang mulia ini dilakukan oleh malaikat pelindung kita masing-masing secara terus-menerus, entah kita sadar atau tidak.
Pada Pesta Para Malaikat Pelindung ini kita diajak untuk menyadarinya, menyukurinya, mengingatnya, dan tidak menyepelekan kehadirannya. Kesadaran ini akan semakin membantu kita untuk senantiasa melakukan perbuatan yang baik dan menghindari perbuatan yang jahat. Kalau berbuat jahat, kita akan selalu ingat bahwa ada mata yang terus mengawasi kita dan melaporkannya kepada Bapa di Surga.
Syukur kepada-Mu, ya Tuhan, atas anugerah perlindungan yang Engkau berikan kepadaku lewat kehadiran malaikat pelindungku. Semoga berkat perlindungannya, aku senantiasa mengusahakan yang baik dan menghindari yang jahat. Amin.

Sumber : Ziarah Batin 2012

***
.”

Renungan
Banyak tokoh masyarakat dan orang-orang kaya mempunyai bodyguard, pengawal. Tugas setiap pengawal adalah melindungi tuannya dari segala ancaman dan bahaya, di mana pun tuannya berada. Mereka selalu waspada dan bekerja selama 24 jam nonstop. Karena tuntutan pekerjaan itu, para pengawal ini biasanya dilengkapi dengan kemampuan beladiri yang baik dan perlengkapan pertahanan yang memadai. Bahkan ada pengawal yang dilatih dan dituntut untuk mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan tuannya. Karena tuntutan pekerjaan yang penuh risiko itulah bayaran untuk mereka cukup tinggi sehingga tidak setiap orang bisa mempunyai pengawal. Hanya orang-orang berduit saja yang mempunyai pengawal pribadi.
Sungguhkah kita tidak mempunyai pengawal pribadi?! Sebenarnya tidak juga. Tuhan telah menyediakan pengawal pribadi untuk setiap orang, tapi sering orang tidak menyadarinya. Padahal pengawal itu diberikan gratis, tidak perlu membayar mereka. Pengawal pribadi itu biasa kita sebut malaikat pelindung. Hari inilah para pelindung itu dirayakan pestanya. Para malaikat pelindung bertugas melindungi kita dari yang jahat dan mendorong kita agar kita senantiasa berbuat yang baik. Dalam bacaan pertama, tugas itu dikatakan secara indah, ”Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan”. Tugas yang mulia ini dilakukan oleh malaikat pelindung kita masing-masing secara terus-menerus, entah kita sadar atau tidak.
Pada Pesta Para Malaikat Pelindung ini kita diajak untuk menyadarinya, menyukurinya, mengingatnya, dan tidak menyepelekan kehadirannya. Kesadaran ini akan semakin membantu kita untuk senantiasa melakukan perbuatan yang baik dan menghindari perbuatan yang jahat. Kalau berbuat jahat, kita akan selalu ingat bahwa ada mata yang terus mengawasi kita dan melaporkannya kepada Bapa di Surga.
Syukur kepada-Mu, ya Tuhan, atas anugerah perlindungan yang Engkau berikan kepadaku lewat kehadiran malaikat pelindungku. Semoga berkat perlindungannya, aku senantiasa mengusahakan yang baik dan menghindari yang jahat. Amin.

Sumber : Ziarah Batin 2012

***

Advertisements
%d bloggers like this: